Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Mar 2018 15:57 WIB

Salahi Aturan, Pedagang Alat Konstruksi Ini Jual Rumah Hingga Rp 7 M

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Kementerian Perdagangan menyegel kantor agen properti di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Direktur Tertib Niaga, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono menjelaskan, perusahaan yang disegel saat ini memiliki pendapatan miliaran rupiah.

"Rumah yang dijual mereka itu sekitar Rp 5-7 miliar. Masalahnya kalau izinnya nggak sesuai, kalau mereka (broker ilegal) terima uang muka yang kemudian hilang tanpa jejak, gimana. Kita sudah mulai menata broker properti," jelas dia kepada wartawan di lokasi penyegelan Kantor Broker di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, Rabu (14/3/2018).


Objek inspeksi kali ini adalah usaha sektor properti yang diduga menyalahi atau tak melengkapi izin usaha yang dimiliki. Salah satu yang menjadi target inspeksi adalah perusahaan broker atau perantara perdagangan properti, Chika Properti yang berada di bilangan Janur Elok, Kelapa Gading.

"Tugas penertiban usaha kita dapati beberapa pelaku usaha jasa dan broker properti tidak Melengkapi izin Permendag itu nomor 51 tahun 2017 perusahaan perantara broker properti harus memiliki SIUP P4 ini izinnya malah elektronik mechanical. Jadi kami sementara ini tindakan berupa segel," papar dia.

SIUP P4 merupakan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti alias izin usaha broker properti. Penyegelan yang dilakukan saat ini, kata Veri akan terus ditutup sampai pengusaha agen properti tersebut bisa menujukan surat izin usaha yang sesuai.

Dari hasil pantauan detikFinance saat mengikuti proses penyegelan yang dilakukan Kemendag di dalam kantor agen properti tersebut tampak rapi berjejer foto yang ditemepelkan dalam figura bening di dinding, berbagai rumah yang ditawarkan. Harganya rumahnya mulai dari dari Rp 500 juta sampai Rp 7 miliar. Beberapa banner kawasan pemukiman seperti Jakarta Garden City juga tampak rapi ditawarkan di dalam kantor oleh pengusaha properti tersebut.

"Pokonya sampai mereka bisa menunjukkan legalitas, kalau mereka bisa memperlihatkan izin yang sesuai kita cabut segelnya. Ada broker properti yang tidak memiliki izin yang sesuai dampaknya mungkin bisa merugikan konsumen. Kalau broker tidak terdaftar mereka memperdagangkan, apa jadinya," kata dia.

Pihaknya juga belum lama ini melakukan penyegelan agrn properti di Bali. Ada 10 perusahaan agen properti kata Veri tidak memiliki surat izin usaha yang tidak sesuai, pihaknya akhirnya menyegel kantor perusahaan agen properti tersebut.

"Bali itu satu bulan yang lalu ada 10 perushaan agen properti yang disegel. Ini pertama kalinya di Jakarta baru ini serentak, di beberapa wilayah Jakarta," jelas dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed