Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Mar 2018 17:22 WIB

Sri Mulyani: Saya Sedih Tak Ada Pimpinan DPR yang Perempuan

Hendr - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sedih karena jabatan suatu pimpinan masih didominasi oleh kaum adam. Jarang sekali pucuk pimpinan dikendalikan oleh perempuan, baik di pemerintahan, legislatif, yudikatif, maupun perusahaan swasta.

Hal itu diungkapkannya pada saat menjadi pembicara kunci peringatan International Womens Day di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dia menyebutkan di pucuk pimpinan teratas wakil rakyat pun sampai saat ini didominasi oleh laki-laki. Sebab, jika berbicara pemberdayaan perempuan bukan hanya sekedar hidup akan imbang, indah, dan damai. Namun juga pemberdayaan perempuan terhadap ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga karir.


"Mereka bisa menjadi tulang punggung dari ekonomi keluarga, meningkatkan produktivitas ekonomi secara keseluruhan," kata Sri Mulyani.

Dari catatan yang dimilikinya, jika perempuan terlibat langsung di jajaran tinggi suatu manajemen alias jajaran direksi suatu perusahaan, maka keputusan yang dihasilkan menjadi lebih hati-hati dan kualitasnya baik.

"Jadi saya tentu saja sedih pimpinan DPR tidak ada perempuan, iya kan? jadi kita perlu kualitas," tambah dia.


Jumlah perempuan dalam struktur organisasi kepegawaian DPR, Sri Mulyani mengungkapkan masih di bawah 30% atau tepatnya 17,1%. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan pada 2009 yang jumlahnya sebesar 18,2%.

"Saya berharap pemilu 2019 akan makin banyak anggota yang berkualitas, integritas mengisi kursi DPR dan DPD perempuan, untuk mengisi kursi di DPR dan DPRD," tutur dia.

Menurut Sri Mulyani, dominasi wanita yang menjadi pimpinan suatu institusi atau perusahaan juga dapat menjadi motivasi bagi para anak perempuan.

"Karena Indonesia memiliki contoh bagi mereka yang memiliki karir di public policy, di pemerintah, legislatif, yudikatif, ataupun di swasta dan korporasi, untuk anak perempuan anda semua memiliki kemampuan, manfaatkan kapasitas ini meningkatkan peran anda di masyarakat, di keluarga, sehingga bisa menjadi contoh cerita positif di Indonesia," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan dominasi perempuan dalam pucuk pimpinan DPR belum bisa terwujud dalam waktu dekat.

"Mungkin di masa yang akan datang, karena itu domain dari fraksi-fraksi, tentu kita juga sesuai dengan UU juga mengharapkan lebih banyak perempuan untuk tampil dalam politik. Tapi kenyataannya dengan politik yang ada sekarang refight, jadi baru 17%. Mudah-mudahan ke depan akan semakin banyak perempuan yang tampil di politik," kata Fadli Zon.

Dia mengaku, Partai Gerindra juga mendorong keterlibatan perempuan di DPR lebih banyak lagi atau bisa di atas 30% dari total jumlah dewan.

"Kita mendorong, kita mendukung. Kami (di Gerindra) hampir di kisaran rata-rata, kalau tidak salah 12 dari 73 anggota," tutup dia. (zul/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed