Follow detikFinance
Rabu, 14 Mar 2018 18:05 WIB

Pengusaha Was-was PNS Banyak Cuti Ganggu Birokrasi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Pool/Kemenpora Foto: Pool/Kemenpora
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) tak setuju dengan kebijakan pemerintah yang mengizinkan tentang pegawai negeri sipil (PNS) pria yang dapat mengajukan cuti hingga sebulan untuk menemani istri melahirkan/operasi caesar. Kebijakan tersebut dinilai mengganggu kinerja pemerintah.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menilai kebijakan cuti ini dapat mengganggu kinerja pemerintah, terutama birokrasi, contohnya dalam hal pengurusan berbagai macam izin usaha atau investasi. Sebab, menurutnya, karena cuti tersebut pemerintah bisa kekurangan tenaga hingga membuat kinerja jadi tak maksimal.


"(Jadi cuti ini) Mengganggu, sangat mengganggu (kinerja pemerintah)," kata Hariyadi kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Hariyadi menilai seharusnya PNS bisa selalu siap dalam menjalankan kewajibannya melayani masyarakat. Menurutnya tenaga PNS sangat dibutuhkan sebagai ujung tombak birokrasi dalam mengurus berbagai layanan masyarakat.

"Harus diingat PNS itu ujung tombak birokrasi kita. Kalau aturan (cuti) seperti itu dijalankan, itu berapa waktu (pekerjaan) yang akan terbuang," katanya.


Terlebih, kata Hariyadi, PNS selama ini mendapatkan gaji dari uang negara yang juga dihasilkan dari pajak. Masyarakat serta pengusaha yang telah membayar pajaknya selama ini merasa aturan sangat merugikan.

"Karena itu (cuti) bisa sampai sebulan, itu (PNS) dibayar, digaji dari pajak loh. (Cuti) Itu akan menurunkan produktivitas PNS itu sendiri. Dimana sekarang birokasi dapat sorotan luar biasa dari masyarakat. (fdl/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed