"Kalau teori umum memang perlu diwaspadai, tapi sekarang kita juga harus melihat stok kecil, tapi masa panen," jelasnya kepada detikFinance, Kamis (15/3/2018).
"Artinya, mestinya kalau panen besar terjadi masyarakat kan nggak hanya berharap dari beras Bulog tapi beras yang jadi stok juga," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memaparkan, kondisi yang dianggap berbahaya bila stok sedikit di musim paceklik. Sehingga di kondisi musim panen saat ini ia merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
"Stok kecil itu berbahaya kalau di musim paceklik. Kalau musim panen kan dari Bulog ada juga sendiri ini teori pasarnya kalau teori umumnya Bulog harus bisa memegang di atas satu juga itu secara umum iya yang secara khusus di bulan apa, oh bulan panen saya kira nggak terlalu," tutur Djarot.
Sementara itu, pihaknya mengaku hingga saat ini terus menggenjot penyerapan gabah. Sehingga rata-rata per hari pihaknya bisa menyerap sebanyak 6.000 ton.
"Rata-rata per hari 6.000 ton ya," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan cadangan beras di gudang Perum Bulog akan ditembah pada April dan Mei mendatang. Kondisi tersebut bertepatan dengan panen raya.
"Karena kita lagi lagi panen raya kan. Ya kita lagi mau menambah stok," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, seperti ditulis Kamis (15/3/2018). (hns/hns)











































