Follow detikFinance
Sabtu, 17 Mar 2018 17:45 WIB

Bandara hingga Pelabuhan di Bali Beroperasi Kembali Minggu Pagi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok. Reuters/Johannes P. Christo Foto: Dok. Reuters/Johannes P. Christo
Jakarta - Kementerian Perhubungan meminta kepada seluruh operator dan regulator seperti pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan otoritas bandara, serta operator kapal penyeberangan yang tujuan ke Bali atau sebaliknya untuk menghentikan sementara operasinya.

Pemerintah meminta menghentikan pengoperasian sejak hari ini untuk menghormati perayaan Hari Nyepi 2018. Pemerintah mengizinkan seluruh transportasi umum baik udara, laut, dan darat kembali beroperasi pada Minggu (18/3/2018).

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso meminta pelayanan kepada penumpang yang terdampak oleh penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali untuk menghormati hari raya Nyepi, harus tetap dilakukan secara maksimal. Pelayanan maksimal harus diberikan tidak saja pada penumpang di bandara tersebut, tapi juga di bandara-bandara lain yang terdampak karena sifat penerbangan yang terhubung secara network antar bandara.


Untuk itu, semua operator dan regulator penerbangan seperti pengelola bandara, maskapai penerbangan dan otoritas bandar udara harus bekerjasama dan memberi pengertian kepada penumpang secara persuasif dan simpatik untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Akibat penutupan Bandara Ngurah Rai selama satu hari tersebut, ada banyak penerbangan yang terdampak. Yaitu sekitar 410 penerbangan yang terdiri atas 217 penerbangan domestik dan 193 penerbangan internasional. Hal ini harus diantisipasi terutama terkait kenyamanannya agar tidak menimbulkan hal-hal yang negatif," ujar Agus dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

Penutupan bandara untuk menghormati Hari Raya Nyepi ini sudah diinformasikan jauh-jauh hari baik oleh pengelola Bandara, AirNav maupun regulator sehingga maskapai penerbangan sudah bisa mengantisipasi dengan tidak membuka penerbangan dari dan ke Bali.


Menurut Agus, untuk penumpang domestik diperkirakan sudah mengetahui adanya penutupan bandara ini karena sudah dilakukan setiap tahun saat hari raya Nyepi. Namun bagi penumpang internasional, ada kemungkinan tidak banyak yang mengetahui tentang hal ini karena merupakan kearifan lokal di Indonesia yang tidak ada di negara para penumpang tersebut.

Namun demikian, Agus menyatakan penanganan terkait kenyamanan penumpang domestik dan internasional harus diperlakukan sama. Terutama untuk penumpang yang terdampak di Bandara Ngurah Rai, penanganan kepada penumpang juga harus dikoordinasikan dengan petugas-petugas daerah dan adat setempat. Sehingga penanganannya bisa lebih persuasif dan simpatik serta tidak melanggar aturan-aturan daerah dan adat di Bali.

Hari Raya Nyepi akan dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia pada Minggu, 18 Maret 2018. Pada hari tersebut, umat Hindu tidak boleh bekerja, tidak boleh bepergian, tidak boleh menyalakan api dan tidak boleh bersenang-senang.

Untuk menghormati umat Hindu dan menjaga kearifan lokal di Bali, Ditjen Perhubungan Udara menerbitkan Notice To Airman (Notam) no. A0117/18 NOTAMN tentang penutupan Bandara Ngurah Rai, Bali. Bandara tersebut akan ditutup mulai tanggal 17 Maret pukul 06.00 WITA hingga tanggal 18 Maret pukul 06.00 WITA. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed