Follow detikFinance
Senin, 19 Mar 2018 10:30 WIB

Berapa Duit yang Dibagikan Orang Terkaya Indonesia Keliling Dunia?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Bos Mayapada Group Dato Sri Tahir kerap membagikan sumbangan ke banyak orang yang membutuhkan. Tak hanya di Indonesia, salah satu orang terkaya di Indonesia itu juga membagikan hartanya di negara-negara lain.

Sumbangan yang sangat dikenal darinya adalah US$ 75 juta untuk The Global Fund dalam melawan TBC, HIV, dan Malaria di Indonesia, bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan sosial milik miliarder terkaya di dunia Bill Gates.

Lantas, berapa jumlah uang yang dibagikan oleh Tahir ini?

"Saya nggak pernah hitung berapa jumlahnya. Ngapain saya hitung. Orang niat saya hanya untuk membantu, jadi nggak pernah memikirkan untuk hitung-hitung berapa jumlahnya itu," kata Tahir kepada detikFinance di kantornya pekan lalu.


Tahir mengatakan niatnya membagikan uang tersebut murni untuk kemanusiaan. Oleh sebab itu dirinya tak mau menghitung sudah berapa banyak uang yang dibagikannya selama ini hingga ke negara-negara lain.

Selain itu, Tahir pun tak mengetahui sudah berapa banyak orang pernah diberikan sumbangan darinya. Dia mengaku tak mau ambil pusing dengan hal-hal tersebut.

"Nggak mau saya hitung itu, saya nggak mau tau, saya nggak mau pusingin. Saya nggak mau bicara mengenai cost and benefit. Saya bicara mengenai saya lihat orang menjadi baik, bantuan saya mungkin uang U$ 1 bisa mengubah nasib dia. That's enough," katanya.

"Coba dipikirkan uang satu juta makan di restoran belum tentu cukup. Tapi uang satu juta itu bisa merubah nasib satu keluarga. Kalau kita pikir rasional, yang tenang, kerakusan kita, keserakahan kita, kita buang itu semua untuk bisa membantu yang lain," sambungnya.


Lebih lanjut Tahir mengaku tak masalah bila orang yang dibantunya juga tak mengenal siapa dirinya. Sebab, memang Tahir mengatakan niatnya dari awal hanya sekadar membantu sesama. Konglomerat ini hanya menginginkan agar bantuan yang diberikannya selama ini dapat bermanfaat bagi orang-orang.

"Di Jawa Timur, yang kena kanker, saya bantu ke Jakarta untuk operasi. Ya mana dia tahu saya ini siapa. Tapi saya nggak pusing dia nggak tahu atau bagaimana, karena apa yang saya kerjakan kan diperhitungkannya sama yang di atas. Saya kan mengisi rapor nih, rapor itu nanti saya bawa ke Sang Pencipta," tuturnya. (fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed