Kerugian PT PLN Menurun
Rabu, 29 Jun 2005 05:06 WIB
Jakarta - Kinerja PT PLN pada tahun buku 2004 dinilai memuaskan dan melebihi target. Untung? Oh, belum. PT PLN baru bisa menekan angka kerugian. Kerugian pada tahun 2003 sebesar Rp 5,9 triliun diturunkan menjadi Rp 2,02 triliun pada tahun buku 2004.Kabar baik ini disampaikan Deputi Meneg BUMN Bidang Pertambangan, Energi & Industri Strategis Roes Ariwijaya dalam jumpa pers usai RUPS PLN di Gedung Meneg BUMN, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (28/6/2005) malam."Secara prinsip laporan keuangan yang telah diaudit ini menggembirakan. Laba operasi tahun 2003 yang dulu masih minus Rp 3,5 triliun sekarang positif Rp 2,5 triliun. Sedangkan untuk laba sebelum pajak sekitar Rp 1,44 triliun. Ini melebihi target yang ditentukan pemegang saham," katanya.Dirut PLN Eddy Widiono, ketika ditanya apakah dengan kerugian ini masih mengusulkan kenaiakan tarif listrik, menyatakan pemerintah sudah menyatakan tidak ada kenaikan tarifd. Karena biaya produksi naik, PLN mengharapkan pemerintah menaikkan subsidi konsumen.Direktur Keuangan Parno Isworo, menambahkan subsidi konsumen terarah pada APBN 2005 sebesar Rp 3,3 triliun. "Dalam APBN-P kami usulkan Rp 3,9 triliun. Namun dalam UU BUMN No. 19/2003 tentang Kewajiban Pelayanan Umum maka semua pelanggan listrik di bawah biaya pokok perlu subsidi. Maka kebutuhan subsidi menjadi Rp 8,6 triliun," katanya.Sekretaris Perusahaan PT PLN Harry Pahlawan menambahkan bahwa ini untuk pertama kalinya sejak krisis monter 1997 PLN meraih laba operasi dan laba sebelum pajak. Karena itu pemegang saham telah memberikan predikat sehat kepada PLN. Predikat ini meliputi aspek operasional, keuangan, dan administrasi sesuai kriteria yang ditetapkan Menteri BUMN.
(gtp/)











































