Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Mar 2018 12:00 WIB

Laporan dari New York

Tukang Becak Asal RI Pernah Bawa Bos First Travel Keliling New York

Ari Saputra - detikFinance
Foto: Ari Saputra
New York - Kisah sukses Andri Suprayitno di Amerika Serikat (AS) barang kali bisa menjadi inspirasi bagi para perantau yang mencari peruntungan di negeri orang. Setelah menjajal segala macam jenis pekerjaan di AS, pria asal Bandung itu akhirnya bisa yang akhirnya bisa membuka biro perjalanan atau travel sendiri di negeri Paman Sam tersebut.

Dengan modal US$ 3.000, Andri akhirnya membuka usaha sendiri menjadi agen perjalanan. Jalan tersebut akhirnya dia pilih setelah sebelumnya mendapat pengalaman bergabung bersama biro travel setempat.

Ia mulai mengenal banyak orang dan melihat celah bisnis yang lebih luas. Andri mengubah pekerjaan yang dulunya berbasis keterampilan dan jasa, lalu beralih kepada keahlian, pelayanan, jaringan, dan lobi-lobi.

Andri mengatakan, setelah bertahun-tahun menjajal bisnis tersebut, ia kini memiliki klien dan pelanggan dari berbagai segmen. Dari kalangan turis biasa, para bos perusahaan ternama di tanah air, artis dan sutradara film, tamu konsulat KJRI, sampai mengantar Menteri yang sedang kunjungan kerja ke negeri Paman Sam.

"Bagi saya, semua tamu VVIP. Service sama. Ke mana saja ayo. Dan yang pasti, rahasia dijamin," kata Andri saat ditemui detikFinance di kawasan Brooklyn, AS, pekan lalu.



Rahasia yang ia maksud adalah lokasi tujuan, nama-nama rombongan dan apa-apa saja yang terjadi dalam perjalanan itu. Sebab, tidak bisa dipungkiri, lokasi maupun apapun yang terjadi dapat menjadi isu sensitif atau dapat merusak reputasi tamu di tanah air.

Misalnya adalah saat dia mengantar seorang Annisa Hasibuan, bos First Travel yang sempat berkeliling New York, beberapa waktu lalu sebelum akhirnya kasus penipuan First Travel terkuak oleh publik.

"Saya yang nganter Annisa Hasibuan (bos First Travel yang sedang diadili di PN Depok) keliling New York. Andika (suami Annisa) juga saya. Setelah kasusnya meledak, saya ditelpon wartawan-wartawan Indonesia ingin tahu lokasi, gaya hidup dan tempat-tempat yang disinggahi. Saya bilang, maaf saya nggak bisa menjawab. Itu rahasia klien. Tidak bagus buat bisnis (kalau dibuka)," kata Andri.

Dengan menjaga prinsip kepercayaan tersebut, ia semakin berkibar dan yakin mampu menundukan New York. Tentu, tanpa harus lupa kacang akan kulitnya, mengenang masa-masa sulit satu dekade silam.

"You are not going to appreciate your success if you never started from below. (Anda tidak akan menghargai kesuksesan jika Anda tidak pernah memulainya dari bawah)," kata Andri.

[Gambas:Video 20detik]

(Ari/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com