Dirut Waskita Dicopot Rini Jelang Pensiun

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 21 Mar 2018 16:24 WIB
Dirut Waskita M. Choliq. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan merombak direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyusul terjadinya sejumlah kecelakaan kerja di proyek yang digarap perseroan. Rencananya Kementerian BUMN akan mencopot empat anggota direksi emiten berkode saham WSKT itu, termasuk Direktur Utama yang saat ini dijabat oleh M. Choliq.

M. Choliq sendiri akan segera pensiun dalam waktu dekat. Choliq yang telah mengemban jabatan Direktur Utama Waskita Karya sejak 2008 itu akan berakhir masa jabatannya tahun ini.

"Untuk Waskita Karya karena terlalu besar skalanya yang terakhir sanksi perubahan manajemen karena TBK. Tapi betul, ada perubahan besar di Waskita namun dalam proses KKK atau fit and proper test karena perusahan TBK kami tidak sampaikan ada empat yaitu Direktur SDM, Direktur Utama, Direktur Operasi," kata Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Rabu (21/3/2018).


Choliq sendiri dalam beberapa kesempatan mengaku tak masalah jika dicopot jabatannya saat ditanyakan mengenai potensi sanksi ini. Choliq bilang, jabatan direksi merupakan jabatan amanah yang diberikan oleh Kementerian BUMN.

"Jabatan direksi itu jabatan amanah. Kalau yang memberi amanah sudah mencabut ya kenapa? Ya kalau saya yang diganti juga enggak apa-apa, harus rela dong," kata Choliq beberapa waktu lalu.

Adapun pencopotan keempat direksi Waskita Karya akan dilakukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 6 April 2018 mendatang. Selain merombak empat direksi, Kementerian BUMN selaku pemegang saham perseroan juga akan menambah satu direksi, yaitu Direktur quality, health, safety & environment (QHSE).

Penambahan anggota direksi yang bertanggung jawab terhadap keselamatan tidak dilakukan di BUMN karya lainnya, tetapi hanya di Waskita. Dengan adanya Direktur quality, health, safety & environment (QHSE) diharapkan kecelakaan kerja proyek konstruksi tidak terjadi lagi di kemudian hari.

(fdl/eds)