Subsisi BBM Membengkak Jadi Rp 100 T, Harga BBM Tidak Naik

Subsisi BBM Membengkak Jadi Rp 100 T, Harga BBM Tidak Naik

- detikFinance
Rabu, 29 Jun 2005 14:38 WIB
Jakarta - Subsidi BBM diprediksi membengkak jadi sekitar Rp 100 triliun akibat lonjakan harga minyak hingga level US4 60 per barel. Namun pemerintah menegaskan, sejauh ini belum berniat menaikkan lagi harga BBM."Sejauh ini belum ada," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai mengikuti seminar bertajuk "Mix Policy and Security Energy Supply" di Wisma Bimasena, Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (29/6/2005).Namun Purnomo enggak memberi penjelasan lebih lanjut soal antisipasi pemerintah menghadapi tingginya harga minyak tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (28/6/2005) mengatakan, lonjakan harga minyak mencapai US$ 60 per barel bisa mengakibatkan subsidi BBM membengkak jadi Rp 100 triliun. Padahal dalam APBN-P 2005, angka subsidi BBM hanya mencapai Rp 76,5 triliun.Menurut Presiden, membengkaknya subsidi itu akan mengganggu kondisi fiskal Indonesia dan membebani APBN. Namun Presiden berpesan agar suplai BBM tetap terjaga agar tidak terjadi kelangkaan melalui sejumlah langkah yang akan segera ditetapkan pemerintah. Ketua Panitia Anggaran DPR RI Emir Moeis juga memperkirakan subsidi BBM kemungkinan akan membengkak menjadi sekitar Rp 90 triliun. Namun karena pemerintah juga memperoleh keuntungan dari kenaikan harga minyak, maka anggaran akan tetap aman. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads