Sri Mulyani Minta PNS Genjot Daya Saing Agar Tak Diganti Mesin

Sri Mulyani Minta PNS Genjot Daya Saing Agar Tak Diganti Mesin

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 27 Mar 2018 13:30 WIB
Sri Mulyani Minta PNS Genjot Daya Saing Agar Tak Diganti Mesin
Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini daya saing Indonesia dalam peringkat Ease of Doing Business (EoDB) terus menunjukan perbaikan. Agar bisa terus meningkatkan daya saing tersebut maka sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten sangat dibutuhkan.

Demikian disampaikan Sri Mulyani saat memberi arahan kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Sri Mulyani mengatakan CPNS saat ini harus bisa memanfaatkan teknologi serta memiliki kemampuan dalam menunjang kinerja birokrasi dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi yang kian pesat bisa saja menggantikan fungsi manusia yang tak memiliki keterampilan khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Anda sibuk update di instagram sendiri, tapi tidak pernah belajar untuk menjadikan smartphone untuk berkontribusi dalam birokrasi," kata Sri Mulyani dalam paparannya.

Sri Mulyani pun mengatakan berdasarkan survey sebuah perusahaan konsultan, McKinsey, nantinya bakal ada 52 jenis pekerjaan yang bisa tergantikan oleh mesin dan teknologi. Hal itu pun bisa dialami oleh PNS yang tak memiliki keterampilan khusus.

"Tadi juga dibilang oleh Pak MenPAN-RB (Asman Abnur) bahwa sekarang ada 1,6 juta tenaga administratif. Menurut McKinsey, 52 jenis pekerjaan yang tidak kompetitif akan hilang," kata Sri Mulyani.


Oleh sebab itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa PNS sebagai motor penggerak birokrasi harus memiliki daya saing untuk bisa menunjang kinerja pemerintah. Bila tidak, maka PNS atau biasa disebut ASN, hanya akan kalah saing dengan teknologi yang ada.

"Oleh karena itu, saya akan sampaikan sebagai ASN, nanti anda tidak boleh berhenti untuk belajar. Pelajaran itulah yang akan membuat anda menciptakan karir yang lebih maju," katanya.

"Dari empat juta lebih ASN di RI yang menjabat struktural tidak lebih dari 10%, sebagian besar justru buat pegawai administrasi yang paling mudah digantikan teknologi. Oleh karena itu untuk menjaga karir anda, anda perlu untuk menambah nilai tambah dengan belajar," tuturnya. (fdl/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads