Presiden Perintahkan Pertamina Amankan Distribusi BBM

Presiden Perintahkan Pertamina Amankan Distribusi BBM

- detikFinance
Kamis, 30 Jun 2005 20:04 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Pertamina untuk selalu mengamankan stok BBM. Dia juga memerintahkan Dirut Pertamina Widya Purnama turun ke lapangan setiap hari,guna memastikan kelancaran distribusi BBM dan mengontrol harga jualnya di berbagai daerah."Meski stoknya cukup, kalau distribusi tidak lancar bisa mengganggu persediaan di daerah. Saya minta didistribusikan dengan baik," kata Presiden SBY di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan BBM di Pelabuhan Bongkar Minyak Dermaga Pertamina Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (30/6/2005).Sejumlah pejabat yang menyertai sidak ke tempat bersandarnya kapal tongkang pengangkut BBM petang ini antara lain Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Seskab Sudi Silalahi, Kepala BIN Syamsir Siregar, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.Kepada wartawan, SBY menjelaskan, ketersediaan cadangan BBM nasional saat ini jauh lebih aman dibandingkan dua pekan lalu. Ketersediaan BBM telah mampu mencukupi suplai untuk 18 hari ke depan, dari sebelumnya yang kurang dari 17 hari.Diharapkan batas aman ketersediaan BBM 22 hari, dapat tercapai pada pertengahan Juli 2005. Karena itu, SBY meminta kepada media massa untuk tidak lagi menyebarkan isu kelangkaan BBM atau rencana kenaikan harga BBM. "Hal ini dapat memicu terjadinya rush BBM, sehingga daerah yang suplainya sudah aman kembali menjadi rawan," kata SBY.Dari laporan Pertamina yang diterima SBY, saat ini hanya lima daerah yang masih mengalami defisit BBM. "Minggu lalu, tercatat ada sepuluh daerah yang mengalami krisis," kata SBY. Dia juga meminta aparat keamanan menggiatkan operasi-operasi terhadap kejahatan pengoplosan dan penyelundupan BBM. "Kalau terjadi yang demikian, rakyat juga yang sengsara. Saya berterima kasih kepada polisi yang kemarin telah menggagalkan penyelundupan 500 ton solar," kata SBY.Beli UdangDalam sidak tadi, SBY menyempatkan memborong satu kotak udang dari seorang nelayan yang kapalnya sedang melintas di sela-sela tongkang, tempat SBY melakukan sidak. Udang seharga Rp 600 ribu itu ditebusnya dengan harga Rp 1 juta. Nelayan yang diketahui bernama Sulaeman itu, sengaja membawa udang dari Indramayu ke Muara Karang untuk dijual. SBY juga sempat berdialog dengan Sulaeman untuk menanyakan harga solar yang dia gunakan. Dijawab Sulaeman, dia membeli solar seharga Rp 2.130 per liter. Harga resmi pemerintah untuk solar Rp 2.100 dan Rp 30 merupakan ongkos angkut. Menanggapi pernyataan Sulaeman, SBY mengatakan, kalau harga sebesar itu dinilai masih wajar. "Saya minta dicek lagi agar tidak ada kenaikan harga yang berlebihan," kata SBY, merujuk kejadian di Medan sehingga terjadi rush.Sulaeman juga sempat meminta kepada SBY agar kampungnya di Kandang Haur dibangun SPBU, sehingga nelayan bisa mendapatkan solar dengan harga resmi. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads