Follow detikFinance
Sabtu, 31 Mar 2018 22:26 WIB

Mau Ambil Utang, Mending ke Bank atau ke Orang Tua?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Utang bisa menjadi salah satu cara untuk membantu kondisi keuangan dalam keadaan darurat. Tapi penarikan utang ini juga harus diiringi dengan pengelolaan keuangan yang baik.

Perencana Keuangan Aidil Akbar menjelaskan dalam menarik utang calon peminjam harus memperhatikan beberapa hal. Pertama sumber peminjam, sebaiknya pinjam ke orang tua atau saudara.

Hal ini untuk meminimalisir bunga, denda hingga proses yang berbelit.

"Kalau saya disuruh pilih, pinjam ke orang tua atau ke bank, saya pilih ke orang tua. Karena kalau ke bank itu dokumennya ribet," kata Aidil saat dihubungi detikFinance, Sabtu (31/3/2018).

Dia menjelaskan, selain itu di bank pasti akan memberlakukan bunga pinjaman dan biaya-biaya seperti denda hingga administrasi.

"Lebih baik pinjam ke orang tua, tapi ya harus komitmen dan profesional pinjamnya. Kalau waktunya bayar ya bayar, jangan mentang-mentang sama orang tua bayarnya jadi kapan-kapan," ujar dia.


Menurut Aidil, jika meminjam dengan orang tua bisa dikondisikan tanpa bunga, waktu cicilan yang lebih panjang dan tidak perlu mengurus dokumen-dokumen pengajuan.

Namun jika memang orang tua tidak bisa memberikan pinjaman. Maka bank bisa menjadi alternatif selanjutnya. Dalam meminjam juga perlu diperhatikan bunga, jangka waktu pinjaman hingga biaya-biaya yang mungkin dikenakan oleh bank.

Selain itu juga harus diperhatikan jatuh tempo tagihan. Ini supaya tidak dikenakan bunga yang semakin membesar setiap harinya.

Jika meminjam di bank dan melakukan pembayaran secara rutin dan teratur hingga lunas. Maka bank akan menurunkan risiko kredit peminjam tersebut. Ini akan mempermudah peminjam jika ingin meminjam ke depannya.

Namun, jika peminjam 'asal-asalan' dalam membayar bahkan tidak melunasi. Maka bank akan melaporkan sejarah pembayaran peminjam ke sistem layanan informasi keuangan (SLIK) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ini akan memengaruhi kualitas atau skor kredit peminjam.

Jika skor kredit buruk, maka bukan tidak mungkin rencana penarikan kredit ke depannya akan sulit. Makanya cepat-cepat lunasi utang sebelum terlambat.

Ada utang yang belum dibayar dan ingin dilunasi detikcom? Bisa kok.

Bagi pembaca detikcom sendiri masih memiliki kesempatan jika ingin ikut dilunasi utangnya. Pembaca yang berkesempatan dilunasi cicilannya adalah pembaca melalui aplikasi detikcom, baik itu pengguna android maupun iOS.

Program akan berlangsung selama 3 hari mulai 30 Maret hingga 1 April 2018. Jika ingin utangnya dilunasi, langsung saja daftar dan cek syarat dan ketentuannya lewat link berikut ini!

Dan jangan lupa, bagi detikers yang belum memiliki aplikasi detikcom bisa mendownloadnya di sini untuk Android dan iOS.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed