BPS: Inflasi Juni 0,5 Persen

BPS: Inflasi Juni 0,5 Persen

- detikFinance
Jumat, 01 Jul 2005 14:59 WIB
Jakarta - Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi selama Bulan Juni mencapai 0,5 persen, yang berarti meningkat dibandingkan inflasi Mei yang tercatat 0,21 persen. Inflasi pada Bulan Juli diprediksi akan tetap tinggi sehubungan dengan dikucurkannya gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).Menurut Kepala BPS Choiril Maksum dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/7/2005), ada dua faktor pemicu tingginya inflasi bulan Juni. Pertama adalah faktor musiman, dan kedua adalah munculnya ekspektasi yang tinggi akibat rencana pemerintah menaikkan harga jual eceran (HJE) mulai 1 Juli ini.Dari 45 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), tercatat 37 kota mengalami inflasi dan delapan kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate (1,4 persen) dan inflasi terendah terjadi di Manado (0,1 persen). Deflasi terbesar terjadi di Sampit (1,89 persen) dan deflasi terkecil terjadi di Denpasar (0,07 persen). Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa. Antara lain kelompok bahan makanan naik 0,7 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 1,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,25 persen, kelompok sandang naik 0,4 persen, kesehatan naik 0,32 persen, pendidikan rekreasi dan olahraga naik 0,16 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,24 persen. Laju inflasi tahun kalender Januari hingga Juni 2005 sebesar 4,28 persen dan tingkat inflasi year on year sebesar 7,42 persen. Choiril memprediksi, inflasi pada Bulan Juli akan meningkat sehubungan dengan dikucurkannya gaji ke-13 untuk PNS. "Itu akan berpengaruh terhadap permintaan, sehingga mengakibatkan inflasi cenderung bergerak naik. Juli, diperkirakan akan tinggi. Oktober dan November kemungkinan juga tinggi. Jadi ya mungkin sekitar-sekitar itu atau lebih tinggi lagi," papar Choiril. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads