Ekspor Bulan Mei US$ 7,21 M
Jumat, 01 Jul 2005 15:51 WIB
Jakarta - Daya ekspor Indonesia lumayan mengalami peningkatan. Total perolehan Bulan Mei mencapai US$ 7,21 miliar, lebih tinggi dari Bulan April US$ 6,79 miliar.Ekspor nonmigas masih menjadi primadona Indonesia, ekspor nonmigas pada bulan Mei 2005 mencapai US$ 5,81 miliar atau naik 11,20 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan kumulatif Januari hingga Mei 2005 naik 34,01 persen.Menurut Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Choiril Maksum, nilai ekspor nonmigas lebih tinggi dibandingkan ekspor migas pada periode sama sebesar US$ 1,4 miliar."Total nilai ekspor Indonesia pada bulan Mei 2005 mencapai US$ 7,21 miliar.Lebih tinggi 6,17 persen dibanding bulan April 2005 sebesar US$ 6,79 miliar," urai Choiril dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jalan Dr Soetomo, Jakarta, Jumat, (1/7/2005).Artinya secara kumulatif, lanjut Choiril, ekspor Januari hingga Mei 2005 mengalami peningkatan 30,79 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2004.Peningkatan ekspor nonmigas terbesar pada Mei terjadi pada sektor kertas dan karton sebesar US$ 154,9 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar U$ 70,6 juta.Jepang masih merupakan tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia, yakni sebesar US$ 787 juta, disusul oleh Singapura US$ 731,6 juta, dan AS sebesar US$ 719,5 juta. Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 38,55 persen dari total ekspor.Ekspor migas terbesar terjadi pada sektor gas, yaitu sebesar US$ 679 juta. Karena produksi minyak yang masih kurang, ekspor hasil minyak tercatat paling sedikit, yakni sebesar US$ 187,9 juta. Untuk ekspor minyak mentah sebesar 536,7 juta US$.Data BPS menyebutkan ekspor migas dan nonmigas Uni Eropa yang terdiri dari 25 negara itu senilai US$ 859,1 juta.Berdasarkan sektoral, ekspor hasil pertanian dan hasil industri pada Januari hingga Mei 2005 meningkat, masing-masing 42,95 persen dan 27,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.
(ddn/)











































