Penerbangan tersebut ditandai dengan dilakukannya penerbangan perintis kargo dari Bandara Andi Djemma, Masamba ke Rampi dan Seko di Kabupaten Luwu Utara.
Penerbangan perintis kargo itu dilakukan oleh maskapai Susi Air, Senin (2/4/2018). Penerbangan perdana tersebut juga disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud Maria Kristi Endah Murni, dan Kepala UPBU Andi Djemma Rasidin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud Kemenhub Maria Kristi Endah Murni yang mewakili Dirjen perhubungan Udara Agus Santoso mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah ikut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan angkutan udara perintis kargo pada KPA/Korwil Masamba Tahun Anggaran 2018. Pihak terkait tersebut di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Luwu Utara, Ketua DPRD Luwu Utara, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, UPBU Andi Djemma Masamba, dan juga Kementerian Perdagangan/Dinas Perdagangan setempat.
Menurut Maria, kegiatan angkutan udara perintis kargo ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yaitu untuk menurunkan disparitas harga-harga barang pokok dan penting di seluruh pelosok Indonesia. Hal ini adalah program pemerintah pusat sebagai perwujudan dari kehadiran negara untuk menjawab persoalan di daerah yang terisolir.
"Untuk itu mari kita saling berkoordinasi demi satu tujuan yang mulia ini sesuai kewenangan tugas masing-masing. Hal ini agar kegiatan angkutan udara perintis kargo ini dapat tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh saudara-saudara kita di sini," ujar Maria, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/4/2018).
Menurut Maria, pada tahun anggaran 2018 ini Ditjen Hubud telah mempersiapkan pelayanan subsidi angkutan udara perintis kargo yakni 41 rute di 3 wilayah di Indonesia yaitu Masamba, Tarakan dan Papua. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kegiatan angkutan udara perintis kargo tahun ini mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 lalu penerbangan perintis kargo hanya melayani wilayah Papua 12 rute.
Dengan penambahan rute dan wilayah diharapkan program penerbangan perintis kargo ini akan menjawab kebutuhan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terpelosok dan terpencil di Indonesia.
Dalam sambutannya, Syahrul Yasin Limpo mengatakan program ini merupakan jalan keluar yang instan bagi masyarakat pelosok Luwu Utara terutama di Kecamatan Seko dan Rampi dalam memperoleh barang kebutuhan pokok dan penting dengan harga yang lebih rendah.
"Mungkin ada orang yang menganggap ini biasa saja namun bagi saya ini suatu yang sangat luar biasa," ujar Yasin.
Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani sangat bersyukur dengan adanya penerbangan perintis kargo di daerahnya.
"Ini seperti angin dari surga yang menjawab mimpi dan doa masyarakat Luwu Utara. Penerbangan perintis kargo ini bisa membantu memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita yang ada di daerah terpencil seperti Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi untuk memenuhi kebutuhan barang pokok," ujar Indah. (nwy/hns)











































