Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Apr 2018 16:42 WIB

Curhat Pengusaha ke Jokowi: Masih Banyak Proyek Dimenangkan BUMN

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma (detikFinance) Foto: Hendra Kusuma (detikFinance)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima puluhan pengusaha yang tergabung dalam himpunan pengusaha muda Indonesia (Hipmi). Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Komplek Istana Presiden, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, para pengusaha muda curhat tidak bisa terlibat dalam proyek infrastruktur pemerintah. Contohnya Arto, perwakilan Hipmi Provinsi NTT.

Menurut Arto proyek infrastruktur pemerintah di NTT cukup banyak, mulai dari bendungan hingga jalan, cuma tak satu pun pengusaha lokal terlibat.


"Mohon maaf, karena adik-adik kita ini termasuk saya tidak ikut serta, mungkin masih banyak proyek yang dimenangkan oleh BUMN, tapi ada yang masih bisa JO (joint operation)," kata Arto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Selain itu, Arto yang juga mewakili wilayah Bali, curhat soal dominasi asing di sektor perhotelan dan kurang terserapnya produk-produk kearifan lokal milik UKM.

Selanjutnya Ketua BPD Hipmi Papua Barat Adriana Imelda Daat, yang sekaligus mewakili Papua dan Maluku mengeluhkan tidak dilibatkannya pengusaha lokal dalam pembangunan jalan Trans Papua.


"Kemudian bendungan di Waingapu, di Maluku, kami berharap bisa dilibatkan sebagai Sub Kontraktor," kata Adriana.

Adriana juga meminta untuk dilibatkan oleh pemerintah terkait dengan pembuatan kajian atau feasibility study (FS) pada pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

"Lalu saya ini berasal dari Raja Ampat yang hari ini menjadi pusat perhatian dunia untuk wisata bawah laut. Kami minta Presiden untuk melanjutkan memberikan pelatihan karena di sana ada batik tapi terkendala biaya," minta Adriana.

Selanjutnya, keluhan juga berasal dari Ketua BPD Hipmi Sulawesi Utara, Elia Kumaat. Dia meminta adanya keterlibatan pengusaha di dalam tim percepatan Proses Strategi Nasional (PSN) dalam hal ini di KEK Bitung.

Baca juga: Curhatan Pengusaha yang Hanya Bisa Nonton Proyek Infrastruktur Jokowi

"Karena kami yakin dengan keterlibatan pengusaha lokal dapat aspirasi sehingga pembangunan KEK Bitung ada keberpihakan kepada UMKM," kata Elia.

Dia juga meminta dilibatkan dalam proyek pengembangan industri perikanan yang sudah difokuskan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Sudah ada kajian singkat dari KKP sudah memiliki anggaran hingga Rp 1,3 triliun, akan baik kiranya bisa disalurkan melalui Hipmi dalam pengembangan 4 wilayah fokus KKP, yang pertama Bitung, Buton, Palu, Selayar. Karena dari 70% wilayah perairan di Indonesia dan nelayan seluruh di Indonesia 90% itu merupakan nelayan UMKM. Jika ada keberpihakan maka bisa meningkatkan industri perikanan yang ada," tutur dia.

Baca juga: Pengusaha ke Jokowi: 52 Km Tol Dibangun, Kami Hanya Nonton

Tidak sampai di situ, Elia juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk dilibatkan sebagai supplier atau sub kontraktor pada proyek pembangunan infrastruktur jalan tol Manado-Bitung.

"Jika kami diizinkan terlibat pada proyek teman di daerah ingin mendapat penunjukan sebagai supplier atau sub kontraktor proyek bendungan di Konawe, maupun pembangunan jalan tol Manado-Bitung. Sekian Pak, mohon bisa dipertimbangkan dan diterima," Tutur Elia. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed