KRL Arah Tangerang Desak-desakan, Menhub Pilih Naik Jurusan Bogor

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Jumat, 06 Apr 2018 20:31 WIB
Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sore tadi melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke Stasiun Duri.

Budi Karya yang sore tadi langsung mengecek kondisi Stasiun Duri sempat berjalan dan berdesakan dengan warga yang akan masuk dan keluar ke gerbong KRL. Beberapa warga bahkan tidak sadar sedang berdesakan dengan sosok menteri sore tadi.

Budi karya tampak sabar berjalan perlahan dengan rombongan warga menuju jalur penyeberangan (crossing) utara untuk memeriksa kondisi di lapangan secara langsung pada jam sibuk di Stasiun Duri.

Setelah melewati crossing utara Stasiun Duri, Budi langsung mencari Kereta Jurusan Duri-Tangerang dengan harapan bisa masuk dan memeriksa kepadatan seperti apa di dalam kereta di jalur tersebut.


Namun ketika kereta Duri Tangerang datang, para penumpang di Stasiun Duri tampak lebih ganas dan gesit ketimbang rombongan menteri perhubungan. Alhasil Menhub tidak kebagian tempat karena kereta terlalu penuh, bahkan penumpang yang berdiri harus berdesakan ke bagian dalam sampai mulut pintu agar pintu KRL bisa tertutup.

Karena tidak dapat ruang saking penuhnya, Budi Karya kemudian keluar dan mencoba kereta jurusan Stasiun Duri -Bogor. Kondisi di dalam kereta lebih lengang dibandingkan jurusan Duri-Tangerang. Budi Karya yang tidak kebagian tempat duduk langsung mengambil pegangan di tiang gerbong KRL sambil ngobrol dengan beberapa penumpang.

Sore tadi detikFinance yang ikut bersama Budi sempat berbincang ringan di dalam kereta. Dalam obrolan tersebut Menhub mengaku sering menggunakan kereta apalagi di kondisi padat.

"Saya sering naik kereta," kata Budi Karya sore tadi.


Sebagai informasi, tak jauh berbeda dengan terakhir kali detikFinance menyambangi Stasiun Duri, Jakarta Barat, Selasa Pagi (3/4) lalu, Sore ini Stasiun Duri masih tampak padat diwarnai desak-desakan horor para penumpang.

Sekitar pukul 17.45, Jumat (6/4/2014) terlihat para penumpang di Jalur Tangerang yang turun di Stasiun Duri tampak tergesa-gesa menyeberangi rel kereta api menuju eskalator dan pintu keluar serta yang berpindah ke kereta menuju Jakarta.

Sebagian di antaranya bahkan ada yang berdesakan saat antre di bibir peron menunggu KRL yang akan ditumpanginya datang. Kondisi itu membuat siapa saja yang melihatnya harus menahan nafas.

Bagaimana tidak, padatnya peron meningkatkan risiko kecelakaan di stasiun. Salah sedikit, calon penumpang KRL bisa terpeleset jatuh ke rel kereta karena terdorong antrean di belakangnya yang sangat padat.

Belakangan Stasiun Duri ramai diperbincangkan karena video yang memperlihatkan penumpang berdesak-desakan. Kondisi desak-desakan penumpang tersebut kerap kali dikaitkan dengan adanya keberadaan Kereta Bandara. Sebab jadwal kedatangan KRL jadi lebih lama. Sedangkan KA Bandara yang dikelola PT Railink terus menambah frekuensi.

Kondisi itu mendorong Budi Karya Sumadi harus turun tangan memantau kondisi Stasiun Duri secara langsung. (zlf/zlf)