Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 07 Apr 2018 19:00 WIB

Susi: Kapal Asing Pencuri Ikan Tidak Boleh Dilelang!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. KKP
Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan melelang dua unit kapal asing pencuri ikan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang (KPKNL) Batam.

Kapal tersebut dilepas dengan harga Rp 170 juta untuk KM PKBF 1089 berbendera Malaysia dan Rp 232 juta untuk Kapal Ikan Vietnam KM Seroja. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan melelang dua unit kapal asing pencuri ikan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyayangkan pelelangan tersebut. Pasalnya hasil sitaan tersebut harus ditindak tegas.

"Seperti kapal Malaysia dan Vietnam itu dilelang Rp 170 juta, kembali ke yang punya Bapak David nah dia itu kaki tangannya orang Malaysia, nah ini mereka dapat lagi dan akan dipakai nyolong lagi di tempat kita," ujar dia dalam konferensi pers di Kawasan Widya Chandra, Sabtu (7/4/2018).


Dia menjelaskan, saat ini KKP berupaya mendapatkan informasi terkait illegal fishing tersebut. Sehingga banyak pihak yang mencoba mengritisi dan membuat misslead opini agar Kementerian tidak keras dalam memusnahkan illegal fishing dan agar kapal yang tertangkap bisa dilelang dan dibeli lagi oleh pemiliknya.

Menurut Susi, selama pencuri tersebut memiliki kapal maka pencurian masih akan terus terjadi, karena perairan Indonesia memiliki ikan yang melimpah dan menciptakan keuntungan untuk mereka.

"Kapal pencuri itu harus ditenggelamkan, hasil sita negara tidak boleh dilelang," kata Susi.


Susi menjelaskan, kapal asing pencuri ikan ini tidak hanya digunakan untuk mengeruk ikan di Indonesia. Tapi juga bisa digunakan untuk kejahatan lain seperti penyelundupan narkoba dan perdagangan manusia.

"Beberapa waktu lalu ada tangkapan besar narkoba mereka pakai kapal ikan. Makanya tidak ada istirahatnya untuk memerangi ini, meski sudah ditenggelamkan mereka akan cari cara terus," imbuh dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com