Follow detikFinance
Minggu, 08 Apr 2018 15:49 WIB

Dirut Baru Waskita: Banyak Proyek Bukan Alasan Ada Kecelakaan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Banyaknya insiden kecelakaan konstruksi berujung pada perombakan jajaran direksi PT Waskita Karya Tbk. Posisi Direktur Utama pun turut dirombak, yang tadinya diisi oleh M. Choliq kini digantikan oleh I Gusti Ngurah Putra.

Disaat hari terakhirnya kemarin, Choliq sempat mengungkapkan bahwa salah satu penyebab terjadinya kecelakaan konstruksi lantaran Waskita terlalu banyak menggarap proyek. Namun menurut Putra alasan itu tidak bisa menghalalkan kecelakaan konstruksi terjadi.

"Memang kalau terus banyak proyek, boleh kecelakaan? Semua perusahaan target RKAP zero accident mau berapapun kapasitas. Jadi sebenarnya enggak pengaruh. Apakah karena kita seribu (proyek) boleh (pekerja) mati dua? boleh? enggak boleh. Semua perusahaan buat target accident itu zero," tegasnya di Kalibata, Jakarta, Minggu (8/4/2018).


Menurut Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Hutama Karya itu, ada banyak faktor yang membuat kecelakaan konstruksi terjadi. Salah satunya karena lalai.

"Ya karena mungkin lalai, atau mungkin metodenya kurang dilihat. Banyaklah masalahnya nanti kita lihat, yang jelas akan diperbaiki," imbuhnya.

Putra pun memastikan bahwa dirinya tidak akan melakukan pengurangan proyek-proyek Waskita di RKAP. Meskipun dirinya saat ini memprioritaskan keselamatan konstruksi.

"RKAP jadi patokan karena sudah di publish masa direvisi turun, kan enggak. Tetap dicapai terus strasteginya yang disesuaikan, misalnya kalau organisasi kurang ya ditambah, kalau pengetahuan kurang ya ditambah," tegasnya.


Sebelumnya M. Choliq membeberkan alasan terjadinya kecelakaan kerja pada proyek-proyek Waskita. Dia mengatakan hal itu karena Waskita menggarap banyak proyek dibanding kontraktor lainnya.

"Tadi sudah saya singgung sedikit, ini produksinya itu memang banyak. Saya ambil contoh, kecelakaan yang paling banyak adalah karena girder yang jatuh. Jadi itu kecelakaan kerja, jadi pada waktu girder diangkat ini jatuh," katanya.

Choliq mengambil contoh, selama tahun 2016 lalu girder yang dipasang pada seluruh proyek Waskita berjumlah lebih dari 11.000. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari kontraktor lainnya.

"Anda tahu berapa girder yang dipasang Waskita Karya tahun 2017, ada 11.000 lebih. Coba tanyakan ke kontraktor yang lain, saya yakin tidak ada yang memasang 100 girder. Bandingkan 100 dengan 11.000," kata Choliq.


Selain itu, kata Choliq, nilai proyek yang digarap Waskita selama 2017 juga lebih tinggi dari rata-rata kontraktor lainnya. Hal itu membuktikan bahwa proyek garapan Waskita juga lebih tinggi dibanding yang lainnya.

"Jadi saya katakan saya mohon maaf atas kejadian, karena memang produknya ini jauh lebih banyak dari yang lain. Produk secara umum kami Rp 45-46 triliun, yang lain paling Rp 18 triliun," katanya.

Walau demikian, Choliq tetap meminta maaf atas insiden kecelakaan yang telah terjadi belakangan ini. Untuk itu dalam struktur direksi yang baru ini, Choliq mengatakan, Waskita menambah posisi Direktur Quality, Health, Safety & Environment (QHSE). (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed