Follow detikFinance
Senin, 09 Apr 2018 16:25 WIB

Sri Mulyani Bicara 4 Syarat Indonesia Emas 2045, Apa Saja?

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berpendapat mental masyarakat Indonesia harus berubah untuk menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu juga untuk mengantisipasi kemajuan teknologi serta bertambahnya jumlah penduduk.

Sri Mulyani mengatakan hal tersebut saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di gedung Prof. Soedarto Undip Semarang.

Salah satu yang perlu disiapkan untuk 2045 adalah persiapan mental. Masyarakat kelas menengah sebisa mungkin jangan hanya pasrah dan berharap ingin mendapatkan sesuatu secara gratis.


"Kelompok menengah harus confident, saya senang jadi bagian dari negara Indonesia, saya akan minta bentuk service, bukan subsidi, misal sekolah bagus, bener, mengurus KTP cepat, mengurus SIM cepat, universitas dapat bagus," kata Sri Mulyani, Senin (9/4/2018).

Ia menjelaskan perlu masukan mindset yang bagus karena terjangan perkembangan teknologi, bahkan peran manusia bisa saja nantinya digantikan oleh robot.

"Hal inilah perlu masukan mindset bagus, karakter yang benar menghadapi 2045. Teknologi akan masuk, yang tidak bisa digantikan robot adalah critical thinking, kritik, merasakan emosional," tandasnya.


Oleh sebab itu Sri Mulyani berharap agar jangan hanya memikirkan hal-hal sepele, tapi berkonstribusi. Ia mencontohkan saat ini presiden dan wakil presiden terus bergerak mengenai isu tentang anak kurang gizi di Indonesia.

"Kita pikirkan anak-anak kita 25% kurang gizi, maka habis-habisan presiden dan wakil presiden menjadikan kurang gizi sebagai fokus," tegasnya.

Menurut Sri Mulyani, ada 4 hal yang harus disiapkan menuju 2045. Pertama yaitu kualitas manusianya.

Kedua infrastruktur, ketiga kualitas kelembagaan agar profesional dan tidak korup, keempat adalah kebijakan pemerintah.

"Kalau Presiden Jokowi fokus bangun manusia dan infrastruktur, itu bukan hobi," tegasnya.

Untuk membangun kualitas masyarakat Indonesia, negara sudah banyak memberikan kontirbusi menggunakan APBN yaitu dengan membantu warga miskin agar memperoleh pendidikan dan sebagainya. (alg/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed