Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 11 Apr 2018 17:19 WIB

2 Kapal Filipina Diciduk di Perairan Sulawesi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Dok. KKP
Jakarta - Satuan tugas (Satgas) 115 atau satgas pemberantasan illegal fishing mengamankan dua Kapal Perikanan Asing (KIA) berbendera Filipina yang tertangkap maling ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) pada 7 April 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Nilanto Perbowo mengungkapkan pada 5 April 2018, Satgas 115 mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan alih muatan dari kapal ikan Indonesia (KII) ke KIA di wilayah perairan Sulawesi Utara.

"Ada informasi dari masyarakat tentang akan berlangsungnya alih muatan, di tengah lauh dari kapal ikan Indonesia ke kapal asing berbendera Filipina di perairan laut Sulawesi Utara, persisnya di Pulau Ulu dan Tagulandang. Dikatakan ikan itu akan dibawa ke pelabuhan Malapatan Filipina," kata Nilanto dalam konferensi persnya di KKP, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Mendapatkan laporan tersebut, Nilanto mengatakan pihaknya kemudian melakukan air surveillance, yakni kegiatan pengawasan di lokasi dari udara di hari yang sama. Namun, saat itu pengawasan belum membuahkan hasil.

Di hari berikutnya, yakni pada 6 April 2018, Satgas 115 kembali melakukan air surveillance, menggunakan pesawat khusus untuk pengawasan di udara. Pada saat itu, didapatkan dua unit kapal lampu (lightboat) berbendera Filipina, dan satu unit pumboat.

"Itu beroperasi di WPP-RI, ini kurang lebih 6 April masuk ke wilayah safety-nya kita dari perbatasan dengan Filipina. Jadi penemuan dua lightboat dan satu pumboat itu berada di menjelang garis safety Indonesia," kata dia.


Kemudian, lanjut Nilanto, di hari berikutnya kapal pengawas Hiu Macan Tutul 001 melakukan pencegahan kedua kapal tersebut, dan diamankan ke Pangkalan PSDKP Bitung. Sementara untuk satu kapal sisanta berhasil kabur.

"Jadi dua kapal lightboat tadi ditarik ke pangkalan PSDKP di Bitung, sementara satu unit kapal pumboat berhasil melarikan diri masuk ke wilayah zona Filipina," jelasnya.

Kedua kapal yang diamankan itu ialah Kapal FB. LB. John V, dengan ukuran 16,47 GT, yang berisikan tiga awak warga negara Filipina, dan kapal FB. LB. Luke V ukuran 15,06 GT, yang berisikan dua awak warga negara Filipina.

"Saat dilakukan pemeriksaan oleh kapal Hiu Macan Tutul 001, kedua kapal tidak memiliki satupun dokumen perizinan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan dari Pemerintah RI, sehingga kedua kapal selanjutnya di kawal dan diserahkan kepada Pangkalan PSDKP Bitung pada tanggal 9 April 2018," tuturnya.

(fdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com