Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Apr 2018 18:24 WIB

Mendag Sebut Umat Mart untuk Ekonomi Kerakyatan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) akan membuat toko retail modern dengan nama Umat Mart di pesantren-pesantren se Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pihaknya selaku pemerintah hanya bertugas mendorong terbentuknya Umat Mart. Dia bilang bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) hanya sekadar mempertemukan seluruh pihak terkait, yakni pengusaha dengan pondok pesantren, untuk bisa membangun Umat Mart.

"Saya dukungannya adalah mempertemukan mereka. Jadi ini business to business antara mereka. Jadi dukungannya adalah, mereka kerja sama, dan kita fasilitasi untuk itu. Dan luar biasa," kata Enggartiasto ditemui di Jakarta, Kamis (12/4/2018).


Pria yang akrab disapa Enggar itu mengungkapkan bahwa dirinya memang telah diberi arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa mendorong ekonomi kerakyatan. Salah satu caranya dengan menghadirkan Umat Mart tersebut.

"Dari awal juga sudah (diberi arahan). Ekonomi kerakyatan, kesetaraan, dan sebagainya itu diminta, terus ya beliau (Jokowi) memberikan arahan kepada saya sejak lama," kata Enggar.


Selain mendorong hadirnya Umat Mart, Enggar juga mengatakan bahwa pemerintah juga mendorong agar berbagai pusat belanja modern seperti minimarket bisa banyak hadir di desa-desa. Hal itu juga sebagai langkah mendorong ekonomi kerakyatan.

"Ini bagus, kita ada parsialkan kerja sama dengan Indogrosir, dengan Alfamart, dan juga Hypermart masuk di desa. Tetapi sekarang ini kita masuk di pesantren," tuturnya. (fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed