Rupiah Jeblok, Eksportir & Produsen Diminta Efisien
Selasa, 05 Jul 2005 13:50 WIB
Jakarta - Kalangan ekportir dan produsen barang-barang ekspor yang menggunakan barang baku impor diharapkan efisien dan meningkatkan produktivitas seiring dengan lemahnya nilai tukar rupiah. Hal ini penting agar produk yang dihasilkan tetap kompetitif."Jadi bagaimana kita mengurangi biaya dari kacamata ekspor dan produsen yakni bagaimana mengurangi biaya lain dengan efisiensi, meningkatkan produktivitas dan akhirnya meningkatkan investasi," kata Menteri Perdagangan Mari Pangestu usai seminar tentang investasi di Hotel Mulia Senayan, Jl Asia Afrika, Jakarta, Selasa (5/7/2005).Disebutkannya, dengan melemahnya rupiah maka barang-barang ekspor akan menjadi lebih murah dan meningkatkan daya saing. Namun bagi eksportir yang menggunakan barang impor maka biayanya akan naik. "Tentunya dilihat dari ekspor dan impor tergantung dari sektornya. Tapi dengan harga minyak yang terus naik, mau tidak mau akan meningkatkan biaya," kata Mari.Soal apakah pelemahan rupiah akan menggangu perdagangan Indonesia, Mari melihat hal itu masih terlalu dini untuk memberikan penilaian terhadap dampak pelemahan rupiah itu.
(mar/)











































