Follow detikFinance
Jumat, 13 Apr 2018 19:53 WIB

Ke Yogyakarta, Ini Kesan Perwakilan PBB soal Inovasi Pertanian RI

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Dok Kementan Foto: Dok Kementan
Jakarta - Perwakilan Dewan HAM PBB bidang pangan, Hilal Elver, mengunjungi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Dusun Nglambur, Desa Siduharjo, Kecamatan Samigaih, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Setelah melihat kawasan tersebut ia pun mengungkapkan kesan-kesannya.

"Di negara kami baru memulai hal tersebut maka jangan sampai tradisi itu berhenti disini karena menganggap pertanian tidak keren," kata Hilal dalam keterangan tertulis, Jumat (13/4/2018).


Hal itu diungkapkan karena menurutnya masyarakat di kawasan Amerika Serikat dan Eropa baru mulai bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka di halaman rumahnya. Ia mengatakan selain di halaman rumah, masyarakat Amerika dan Eropa juga mulai memanfaatkan lahan sempit seperti balkon apartemen.

Selain itu anak-anak di sekolahan juga mulai menerapkan program kebun sekolah.

"Jadi meskipun kita tinggal di perkotaan kita tetap dapat memanfaatkan balkon untuk menanam," lanjut dia.

Di Yogyakarta ia sempat melihat tanaman berbentuk piramida dan mengaku tertarik membuatnya di halaman rumah. Ia pun berpesan agar setiap generasi menjaga dan melestarikan inovasi pertanian dalam memproduksi bahan pangan di pekarangan.

"Untuk itu sangat penting bagi masyarakat di sini menurunkan ilmu yang sudah dilakukan orang tua kita sejak 50 tahun lalu dalam memproduksi pangan di lahan pekarangan sendiri," tutur Hilal.


Sementara itu dalam kunjungannya ke Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (9/4/2018) lalu, Hilal mendapatkan pemaparan soal program dan langkah yang telah dilakukan Kementan. Kala itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan program utama kementan dalam mencapai target swasembada seperti melakukan perubahan kebijakan pengadaan barang terutama saprodi dan alsintan dari sistem tender penunjukkan langsung melalui e-katalog.

"Kedua, kami fokus melakukan perbaikan infrastruktur dengan memperbaiki sistem jaringan irigasi tersier seluas 3 juta ha yang diselesaikan dalam waktu 1,5 tahun dan pengadaan alat mesin pertanian yang meningkat lebih dari 2000 persen, mencapai 80.000 unit per tahun yang sebelumnya hanya 4000 unit," ungkapnya.

Berkunjung ke Yogyakarta, Ini Kesan Perwakilan PBB soal Pertanian RIFoto: Dok Kementan

Ketiga, lanjut Amran, melakukan Upaya Khusus (UPSUS) pencapaian swasembada padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, gula, dan Sapi Indukan Betina Wajib Bunting (SIWAB) untuk daging sapi. Keempat, melakukan hilirisasi pertanian. Kelima, memperpendek rantai pasok produk pertanian.

"Terakhir, penting untuk diketahui, kami melakukan padat karya sebagai program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan keluarga tani," jelasnya.


Menanggapi penjelasan Amran, Hilal mengungkapkan apresiasinya. Ia terkesan dengan bantuan sarana produksi seperti benih, pupuk dan pestisida, alat dan mesin pertanian, serta memperpendek rantai pasar produk pertanian.

"Sebuah prestasi yang sangat besar. Semuanya didedikasikan untuk meningkatkan pendapatan petani dan pengentasan kemiskinan," ujarnya. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed