Follow detikFinance
Minggu, 15 Apr 2018 10:46 WIB

Mau Investasi di RI, Investor Global Butuh Mitra Lokal

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah terus bergerak menawarkan proyek-proyek infrastruktur strategis ke pasar global. Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara Annual Investment Meeting (AIM).

AIM adalah forum investasi internasional yang diselenggarakan atas prakarsa Menteri Ekonomi United Arab Emirates, di Dubai World Trade Centre, pada 9-10 April 2018. AIM ke-8 mengusung tema "Linking Developed and Emerging Markets through FDI: Partnerships for Inclusive Growth & Sustainable Development" dan bertujuan untuk mempromosikan strategi dalam menarik investasi asing.

Bambang Brodjonegoro menjelaskan, bahwa dalam Forum AIM sejumlah investor menanyakan secara detil beberapa proyek infrastruktur.


Tercatat dua hal penting, yaitu instrumen financial dan organisasi yang ada di Indonesia dinilai memadai untuk menarik investor asing.

Menurut Bambang, selama ini yang masuk ke Indonesia adalah korporasi yang secara finansial kuat dan sudah memiliki pengalaman di Indonesia.

Melalui pendekatan baru, terutama dalam infrastruktur dan pembangunan kawasan, sejumlah investor langsung berminat
karena mendapatkan informasi yang memadai tentang berbagai proyek.

Bambang menambahkan, para investor membutuhkan mitra lokal sebagai mitra kerja.

Dalam konteks ini, kata Bambang, pemerintah perlu segara memfasilitasi dengan memberikan jawaban ketika para investor menanyakan mitra lokal yang bisa diajak bekerja sama. Pengetahuan tentang peluang investasi di Indonesia juga masih menjadi masalah.

Untuk itu, Bambang berharap ketika berpromosi investasi, semua pihak telah memiliki data mitra lokal yang bisa diajak berbisnis dalam berbagai proyek.

Mitra lokal yang potensial, kata Bambang, segera diajak untuk bersama-sama berpromosi karena bahasa antarpengusaha lebih jelas dibandingkan dengan birokrat atau pemerintah.

"Mitra lokal telah menjadi kebutuhan dalam menjalin komunikasi dengan calon investor. Beberapa korporasi meminta agar mitra lokalnya adalah BUMN," ujar Bambang.


Dalam Forum AIM yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah dan investor dari negara-negara Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika, Bambang sendiri menjadi pembicara pada sesi 8 bertajuk "Public Private Partnership for Public Infrastructure Development" dan memaparkan peluang investasi di Indonesia.

"Indonesia merupakan pasar ekonomi yang potensial di Asia. Berdasarkan sumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia berada pada peringkat 15 dalam perekonomian dunia," kata dia.

Berdasarkan sumber dari PWC, Indonesia berada di peringkat ke-4 dalam perkembangan infrastruktur. Indonesia juga masuk dalam 3 besar negara tujuan investasi yang menarik di Asia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi dan stabil mencapai 5,4 persen pada tahun 2018.

"Hingga saat ini, realisasi investasi United Arab Emirates di Indonesia berada di peringkat ke-27, yang meliputi: sektor pertanian, perhotelan, transportasi, kawasan industri, dan telekomunikasi," jelas Bambang.

Paparan lain yang disampaikan adalah skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) sebagai alternatif pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur publik di Indonesia.

Saat ini terdapat 19 sektor yang dapat dikerjasamakan Pemerintah Indonesia melalui skema KPBU, meliputi: sektor konektivitas, perkotaan, dan sosial.

Kementerian PPN/Bappenas telah menginisiasi terbentuknya Kantor Bersama KPBU (PPP Joint Office) sebagai one stop service dan menjadi forum koordinasi antar pemangku kepentingan KPBU di tingkat pemerintah pusat yang beranggotakan tujuh Kementerian/Lembaga. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed