Follow detikFinance
Sabtu, 21 Apr 2018 17:10 WIB

Seluruh Kru di Kapal Ini Wanita Lho

Sudirman Wamad - detikFinance
Foto: Sudirman Wamad Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Kepulan asap hitam dari corong kapal menandai mulai berlayarnya Tag Boat (TB) PSL Baldwin. Kapal yang bertugas di wilayah kerja Pertamina Balongan Indramayu itu mulai berlayar dari Pelabuhan Cirebon.

Pelayaran pertama kapal PSL Baldwin itu mencatatkan sejarah dalam dunia kemaritiman. PSL Baldwin merupakan kapal pertama di Indonesia yang bernakhoda dan berawak kapal wanita.

Peringatan Hari Kartini 2018 ini menjadi momen untuk pelayaran pertama kapal tersebut. Kartini menjadi sosok penyemangat para pelaut wanita itu. Kapal PSL Baldwin diharapkan bisa menjadi gerbang diakuinya para pelaut wanita di Indonesia.

Kapten Kapal PSL Baldwin Vera Melinda mengaku bangga bisa menakhodai kapal pertama yang awaknya wanita semua. Sebanyak 10 wanita yang ada di kapal tersebut mencatatkan sejarah di Hari Kartini ini.

"Ini pertama kali mimpin kapal yang isinya perempuan semua. Deg-degan tentunya, biasanya kan ada cowoknya," ungkap Vera kepada awak media saat ditemui di dermaga Muarajati Pelabuhan Cirebon, Sabtu (21/4/2018).


Lebih lanjut, Vera tak menampik menakhodai kapal PSL Baldwin memiliki kesulitan tersendiri, terlebih lagi tak ada lelaki di kapal tersebut. Pasalnya, sambung Vera, pengoperasian kapal PSL Baldwin menggunakan cara manual.

"Sulitnya itu ya di situnya (manual). Kita harus tarik-tarik tambang secara manual. Memang sebelumnya saya sudah pernah bawa kapal ini," kata anggota Indonesian Female Mariner Association (IFMA) 2016 itu.

Siapa Sangka Seluruh Kru di Kapal Ini Adalah WanitaFoto: Sudirman Wamad

Ketua Umum IFMA Kapten Suarniati mengaku bangga atas dipercayanya para pelaut wanita untuk mengoperasikan kapal PSL Baldwin. Dikatakannya IFMA 2016 terus berjuang untuk para pelaut wanita agar mendapat tempat dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Kemampuan pelaut wanita itu memiliki nilai plus tersendiri. Kredibilitas, profesionalitas, dan loyalitasnya tak perlu dipertanyakan lagi dan, secara pengetahuan juga tidak bisa dianggap remeh," kata Suarniati.


Suarniati tak menampik saat ini masih banyak perusahaan yang bergerak dalam pelayaran masih memandang sebelah mata kemampuan pelaut wanita. Menurut Suarniati jumlah pelaut wanita di Indonesia sekitar 9.000 orang, baik itu yang aktif maupun tak aktif.

"Kalau anggota IFMA sekitar 1.500. Memang ada (perusahaan) yang menolak kita, alasannya teknis. Kadang tak masuk akal, tapi kita terus berjuang untuk kemaritiman Indonesia. Minimalnya, perusahaan pelayaran tidak memandang sebelah mata perempuan," tambah Suarniati.

Kapal PSL Baldwin yang dinakhodai dan berawak kapal wanita semua itu, sambungnya, diharapkan bisa dicontoh oleh kapal lain.

"Kita tunjukkan kalau pelaut wanita itu memiliki pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni. Walaupun kapal PSL Baldwin ini masih menggunakan manual," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed