20-25 Orang Jalani Fit & Proper Test Calon Direksi PT Pos
Kamis, 07 Jul 2005 15:12 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN tengah melakukan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap 20 hingga 25 orang calon direksi dan komisaris PT Pos. Fit and proper tes itu digelar bukan atas desakan karyawan, tapi karena masa bakti direksi dan komisaris saat ini sudah habis. Diharapkan, pekan depan fit and proper test sudah selesai sehingga direksi dan komisaris bisa langsung ditunjuk oleh Meneg BUMN."Sebenarnya saat karyawan PT Pos melakukan unjuk rasa, penggantian itu sedang dalam proses. Jadi bukan berarti karena ada desakan dari karyawan," kata staf ahli Meneg BUMN Aries Mufti, di Kantor Meneg BUMN, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Kamis (7/7/2005).Mengenai calon-calon direksi dan komisaris yang ikut dalam fit and proper test, Aries mengatakan, sebagian besar berasal dari orang dalam PT Pos. Namun sebagian lagi berasal dari luar PT Pos yang dimaksudkan untuk menambah culture PT Pos. Mengenai dugaan korusi di PT Pos, hal itu bukan kewenangan Kementerian Negara BUMN, melainkan aparat penyidik seperti KPK dan Kejaksaan Agung. "Kalau kita, paling dari segi manajemen dan keuangannya saja," kata Aries.Seperti diketahui, ribuan karyawan PT Posyang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia, pada Rabu, 6 Juli, menggelar demonstrasi di Istana Negara menuntut pergantian direksi. Mereka menuntut Dirut PT Pos Ali Nafiah digeser karena telah menyebabkan PT Pos menderita kerugian hingga Rp 80 miliar. Karyawan menengarai, ada praktek-praktek KKN dalam pengelolaan PT Pos. PT Pos Bisa TutupAries juga menjelaskan soal kondisi PT Pos yang kian memprihatinkan. Pada akhir tahun 2004, PT Pos mengalami kerugian hingga Rp 80 miliar. PT Pos rugi karena tidak dapat berinovasi dalam menghadapi serbuan perusahaan elektronik dan SMS. PT Pos juga harus menghadapi persaingan yang ketat dari perusahaan jasa pengiriman lainnya seperti DHL, TIKI dan FedEx. "Saat ini dia rugi. Kalau bisnisnya tetap seperti sekarang, dia akan tutup. Oleh karena itu, direksi dan manajeman PT Pos harus dapat melakukan antisipasi dalam menghadapi perkembangan bisnis yang semakin ketat," ujar Aries.
(qom/)











































