Follow detikFinance
Senin, 23 Apr 2018 12:30 WIB

Tak Cuma Offline, Penjual Online Wajib Jamin Perlindungan Konsumen

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Bangka - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta seluruh pelaku usaha untuk bisa mengikuti ketentuan persyaratan perlindungan konsumen dalam menjual setiap produknya. Kebijakan perlindungan konsumen diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.

Pelaksana Tugas Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Sri Agustina mengatakan aturan tersebut tidak hanya wajib diikuti pada pelaku usaha offline, namun juga pada kegiatan usaha yang menggunakan sistem online.

"Ketentuan offline maupun online harus memenuhi persyaratan perlindungan konsumen. Semuanya harus diterapkan dengan sama," kata Sri dalam Seminar Perlindungan Konsumen di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Senin (23/4/2018).


Dia bilang, hal itu seiring dengan tingkat transaksi perdagangan di sektor online yang terus berkembang. Walau terus mengalami perkembangan, Sri mengingatkan agar pelaku usaha online juga harus mengutamakan kepentingan serta hak konsumen.

"Karena konsumen itu jadi penentu permintaannya, berapa produksi yang akan dilempar di pasar, kalau bagus memenuhi persyaratan itu, maka industri di dalam negeri akan bergeliat dan meningkat pertumbuhannya permintaan semakin meningkat maka industri pun akan semakin berkembang, tenaga kerja juga banyak terserap," jelasnya.

Adapun ketentuan yang harus diikuti mulai dari mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI), memiliki buku pedoman atau kartu garansi untuk barang elektronik, hingga soal layak jual atau kadaluarsa untuk produk pangan.


"Pelaku usaha juga harus punya layanan pengaduan, consumer complain, untuk lakukan pengaduan terhadap layanan produknya," jelas dia.

Bila tidak mengikuti ketentuan serta persyaratan tersebut, maka pelaku usaha tidak bisa untuk menjual produknya di pasaran. Sri menambahkan pemerintah terus mengawasi setiap produk yang beredar di pasaran.

"Kalau dia tidak memenuhi persyaratan kita beri teguran. Kalau sudah tiga kali teguran berturut-turut, dia harus menarik barang itu dari pasaran, nggak boleh diperdagangkan," tuturnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed