Semen Andalas Operasikan Terminal Terapung
Kamis, 07 Jul 2005 18:28 WIB
Banda Aceh - Lafarge, pemilik perusahaan PT Semen Andalas Indonesia (SAI) mulai mengoperasikan terminal terapung Glory. Pengoperasian terminal terapung ini, setelah pabrik itu rusak parah dihantam tsunami Desember tahun lalu di kawasan Lhoknga, Aceh Besar. Terminal terapung ini mampu melakukan pengepakan 1.600 ton semen per hari. Adanya pengepakan di kawasan Lhoknga ini dapat menstabilkan harga Semen Andalas di pasaran Aceh yang kini mencapai Rp 28.500 per sak. Selain itu juga guna memenuhi kebutuhan di Banda Aceh dan sekitarnya sambil menunggu pabrik beroperasi kembali, yang diperkirakan pada pertengahan tahun 2007. Demikian dikatakan Chief Executive Officer Lafarge, Bernard Kasriel kepada wartawan di lokasi PT SAI, Lhoknga, Aceh Besar, Kamis (7/7/2005).Bahan semen nantinya didatangkan dari Malaysia, sementara pengepakan dilakukan di terminal terapung Glory. Proses ini dilakukan sambil menunggu perbaikan pabrik semen yang hancur akibat tsunami lalu."Kendati Lafarge sudah beroperasi lebih kurang 180 tahun, tapi kami belum pernah mengalami bencana sedahsyat ini. Sehingga kami perlu melakukan sejumlah studi untuk mempelajari banyak hal sebelum melakukan pembangunan kembali," katanya.Dana sekitar US$ 90 juta pun sudah disiapkan untuk membangun kembali pabrik semen itu. Lafarge juga menyediakan dana US$ 2 juta untuk membangun 275 rumah di Desa Lamkruet, Aceh Besar, yang berada di pabrik. Akibat tsunami lalu, kawasan desa ini mengalami kerusakan sekitar 90 persen dan nyaris tak ada rumah yang tertinggal.Salah satu industri besar di Aceh yang porak poranda akibat tsunami ini berdiri sejak tahun 1982. Selain di Lhoknga, terminal pengepakan Semen Andalas juga terdapat di Lhokseumawe, Belawan dan Batam.
(mar/)











































