Follow detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 11:58 WIB

Sebelum Jadi Pengusaha Sukses, Bahlil Busung Lapar saat Kuliah

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sebelum bisa sukses seperti sekarang ini Balil Lahadalia kerap mengalami berbagai kesulitan dalam hidup, khususnya soal keuangan. Bahlil yang berasal dari keluarga miskin harus bekerja keras untuk bisa terus memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam menjalaninya itu, Bahlil mengatakan telah merasakan getirnya hidup sebagai orang miskin. Bahkan, dia mengaku pernah mengalami busung lapar karena kekurangan gizi makanan saat duduk di bangku kuliah.

"Saya pernah busung lapar, semester 6 saya busung lapar. Asli busung lapar. Jadi penderitaan yang benar-benar paling menderita itu saya rasain," katanya saat berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (19/4/2018) lalu.


Saat itu, Bahlil mengatakan dirinya harus bersusah payah untuk bisa membiayai kuliahnya sendiri serta untuk mencari makan. Untuk itu, dia pun mengerjakan berbagai pekerjaan yang bisa dijalani, seperti kuli angkut di pasar.

Sebab, Bahlil tak pernah mendapatkan kiriman baik uang ataupun makanan selama kuliah dan berada di asrama dia tinggal. Untuk itu, dia terus mengakali hidupnya agar bisa bertahan hidup.

"Jadi belanjanya itu kalau dapat duit beli beras, kita makannya itu setengah nasi, setengah bubur. Kenapa? supaya dapat banyak. Kalau beras sudah habis, itu kami sarapan pagi pakai mangga, mangga buah, mangga muda yang jatuh di samping asrama, itu yang saya makan. Makanya saya pernah sakit busung lapar," cerita dia.


Berawal dari penyakit busung lapar yang dideritanya itulah, Bahlil kemudian bertekad untuk memutus urat miskinnya dengan menjadi pengusaha.

Karena tekad kuatnya pula, akhirnya Bahlil kini bisa menjadi pengusaha sukses bahkan menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang selama ini dianggap jadi 'perkumpulan' anak-anak pengusaha dan pejabat.



"Nah, pada saat itu ketika saya sakit, saya mengatakan begini, saya harus berhenti dengan kemiskinan, dan caranya satu-satunya adalah dengan jadi pengusaha," tuturnya. (fdl/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed