Follow detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 13:29 WIB

Di Depan Pengusaha, Dirjen Pajak Pamer Penerimaan Rp 244 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Robert Pakpahan (Foto: Ari Saputra/detikcom) Foto: Robert Pakpahan (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengungkapkan penerimaan pajak per Maret 2017 mengalami pertumbuhan yang baik. Hal ini juga dikarenakan meningkatnya kepatuhan pajak.

Realisasi penerimaan pajak Januari-Maret 2018 sebesar Rp 244,53 triliun tumbuh 9,94%, atau sudah mencapai 17,17% dari target APBN 2018 yang sebesar Rp 1.424 triliun.

"Update penerimaan perpajakan, karena Apindo menjadi salah satu pembayar pajak yang besar, Januari-Maret pertumbuhan penerimaan kita cukup bagus 9,94%. Kalau kita coba remove pendapatan amnesti pajak itu tumbuhnya 16,21%, itu very good," kata Robert dalam acara Munas X Apindo di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (24/4/2018).


Robert menjelaskan, realisasi penerimaan pajak di 2018 pun lebih baik dibanding dengan realisasi beberapa tahun terakhir. Dia menyebut, dua bulan pertama di 2015 penerimaan negatif sekitar 6,73%.

"Saya ingin menunjukkan bahwa geliat ekonomi membaik membuat penerimaan positif, kalau dikumpulkan Januari sampai Maret di 2018 memang menurun sedikit itu karena tax amnesty, kalau dikeluarkan itu naik tren 16,21%," ungkap dia.

Realisasi penerimaan pajak per Maret 2018 pun dikarenakan hampir seluruh jenis pajak utama tumbuh double digit. Seperti PPh 21 tumbuh 15,73% dengan nilai Rp 30,39 triliun, PPh Badan tumbuh 28,42% dengan nilai Rp 34,85 triliun, PPh Final tumbuh 13,49% dengan nilai Rp 26,37 triliun, PPN dalam negeri tumbuh 13,06% dengan nilai Rp 55,33 triliun, dan PPN impor tumbuh 21,56% dengan nilai Rp 40,71 triliun.


Selanjutnya, beberapa sektor utama pun realisasinya tumbuh double digit. Robert menyebut seperti industri pengolahan tumbuh 16,72% dengan nilai Rp 63,91 triliun, perdagangan tumbuh 28,64% dengan nilai Rp 53,10 triliun, dan pertambangan yang tumbuh 70,88% dengan nilai Rp 11,78 triliun.

"Ini menunjukkan geliat ekonomi sudah mulai baik, sektor transportasi, pertanian juga tumbuh, menunjukkan bahwa sektor penting ini pertumbuhan double digit. Itu mengenai penerimaan," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed