Follow detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 21:00 WIB

SBY Ingin Ekonomi di Tahun Politik Tetap Stabil

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Tahun 2019 mendatang, Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi 5 tahunan yakni pemilihan presiden (pilpres). Di tengah dinamika itu, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperingatkan semua pihak agar tak melupakan sektor ekonomi.

"Tahun ini dan tahun depan karena Indonesia mempersiapkan diri untuk pemilu dan akan penuh dengan kegiatan politik, bisa jadi perhatian utama kita tertuju pada politik padahal ekonomi itu penting," kata SBY dikutip dari video yang diunggah oleh Humas Partai Demokrat Imelda Sari di Facebook, Selasa (24/4/2018).

SBY menyoroti soal kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penyesuaian tarif dasar listrik (TDL) di dalam negeri. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut sangat meresahkan, namun menurut SBY kondisi itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Karena, kata dia kenaikan harga merupakan tanda ekonomi sedang mengalami kenaikan.

"Dunia kawasan Asia tahun ini dan tahun depan diperkirakan ekonominya meningkat. Peningkatan ekonomi itu disertai dengan peningkatan harga. Harga minyak, harga gas, batu bara, sawit, karet dan sebagainya," ujar dia.



Di satu sisi, kata SBY, Indonesia beruntung karena akan mendapatkan penerimaan negara yang lebih besar. Tapi di sisi lain harga-harga akan meningkat.

"Harga listrik akan meningkat. Harga BBM akan meningkat. Dan harga lain-lain akan meningkat," jelas dia.

Ia menambahkan, kenaikan tersebut adalah satu keniscayaan yang tak bisa dihindari seiring dengan peningkatan ekonomi yang terjadi. Namun untuk mengantisipasi sisi negatif dari peningkatan ekonomi yang terjadi, maka pemerintah harus memikirkan kelompok masyarakat yang masuk golongan miskin agar ikut menikmati dampak peningkatan ekonomi yang ada.

"Kalau memang ada penyesuaian-penyesuaian, harga BBM ataupun listrik pasti ada kenaikan dan mungkin ada kenaikan harga yang tidak bisa kita elakkan, jangan lupa membantu rakyat yang sedang mengalami kesulitan," papar dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed