Follow detikFinance
Senin, 30 Apr 2018 15:45 WIB

Tarif Tol Becakayu Dinilai Tak Perlu Turun

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
FOKUS BERITA Tarif Tol Mau Turun?
Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan tak semua ruas tol bakal mendapatkan insentif fiskal dari pemerintah imbas dari penurunan tarif. Dia menyebutkan ruas tol yang mendapatkan insentif fiskal adalah yang dianggap masih sepi lalu lintasnya sehingga tak cukup kuat menahan beban defisit cashflow imbas penurunan tarif.

"Prinsipnya kan begini, ini ada ruas tol di luar kota yang remote tapi harganya mahal karena semua di-cover di investasi. Ada cost yang ditanggung akibat keterlambatan tanah dan lain-lain. Sementara daya belinya juga lebih rendah. Yang seperti ini yang di-address," katanya kepada detikFinance, Senin (30/4/2018).


Herry juga mengatakan, tarif ruas tol di dalam kota seperti Jakarta juga kemungkinan tak bakal turun dan tentunya tak mendapatkan insentif. Salah satunya tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang selama ini dianggap mahal oleh para pengguna.

Dia bilang, untuk tol dalam kota seperti Becakayu, pemerintah akan tetap memegang prinsip jalan tol sebagai alternatif sehingga penurunan tarif tol tak menjadi prioritas. Hal ini juga didukung oleh visi pemerintah yang mendorong penggunaan transportasi umum sebagai transportasi utama di dalam kota demi mengurangi kemacetan.

"Kalau di perkotaan, yang jaringan jalannya juga banyak, artinya pengguna kan punya pilihan. Jalan tol sebagai alternatif ya nggak apa-apa, selama dia memilih seperti itu. Kalau yang di dalam kota, di sisi yang lain kita juga mau dorong public transport, sehingga yang masuk kriteria tadi, tidak terkena (insentif), paling yang di remote area saja atau luar kota," ucapnya.

Namun demikian keputusan soal penurunan tarif menjadi wewenang Menteri PUPR. Pihaknya sampai saat ini masih mengkaji penerapan rasionalisasi tarif tol untuk ruas lainnya.


Sebelumnya Herry juga berkata, tarif tol yang menuju dalam kota Jakarta tersebut tak perlu diturunkan karena justru akan menarik lebih banyak masyarakat menggunakan kendaraan pribadi sehingga berpotensi menambah kemacetan di dalam tol. Terlebih, jalan tol tersebut menurut Herry tak banyak dilalui oleh angkutan logistik sehingga harusnya tak ikut dimasukkan dalam penerapan penurunan tarif tol.

"Di sana (Becakayu) yang lewat kan paling commuter. Memangnya truk boleh masuk ke DKI? Tapi saya nggak bisa sebut spesifik. Nanti takutnya bilang tidak, ternyata iya (diterapkan). Tunggu saja," katanya.

Sebagai informasi, Jalan tol Becakayu seksi 1BC yang menghubungkan Cipinang-Jakasampurna telah beroperasi sejak November 2017 yang lalu. Namun, ruas tol yang menjadi salah satu jalan alternatif bagi warga Bekasi menuju Cawang, Jakarta Timur itu kerap dianggap mahal lantaran tarifnya yang mencapai Rp 14.000 hanya untuk melalui jalan sepanjang 8,26 km.

Biaya perjalanan tol yang mencapai Rp 14.000 sendiri diberlakukan untuk kendaraan golongan I yang menggunakan jalan tol Becakayu sepanjang total 21,04 km. Namun karena tol ini memberlakukan sistem tarif tol terbuka, maka pengguna jalan dikenakan tarif merata baik untuk jarak terdekat maupun terjauh. (eds/ara)
FOKUS BERITA Tarif Tol Mau Turun?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed