Cari Uang Tambahan, Guru Honorer Ngojek sampai Bertani

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 02 Mei 2018 19:01 WIB
Foto: Erliana Riady
Jakarta - Guru honorer terpaksa mencari uang tambahan untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Sebab, pendapatannya rata-rata masih rendah, apalagi di daerah yang masih di bawah Rp 500 ribu per bulan.

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan, pekerjaan sambilan yang dijalani di antaranya menjadi tukang ojek hingga menjadi petani.

"Ya untuk mencukupi kebutuhan hidup yang mereka lakukan kerja sambilan. Ada yang ngojek, sales, bertani, beternak, dagang, dan lain-lain," kata Titi kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (2/5/2018).


Dia menambahkan, parahnya, gaji mereka tak dibayarkan secara rutin per bulan. Kadang, dia mengatakan, gaji yang diterima guru honorer dibayarkan 3 sampai 6 bulan sekali.

Titi mengatakan, pekerjaan sambilan ditempuh karena kebutuhan hidup keluarga yang tinggi. Dia bilang, kebutuhan untuk makan hingga untuk menyekolahkan anak per bulannya bisa mencapai Rp 2 juta.

"Tapi kalau di rata-rata kebutuhan hidup yang standar per bulan ya sekitar Rp 2 jutaan," ujar dia.


Guru SD asal Banjarnegera ini mengatakan, jumlah guru honorer di daerah masih banyak. Di sekolahnya saja, baru 2 guru yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Di SD saya saja, itu hanya ada 2 guru PNS, satu guru kelas 6, satu kepala sekolah. Berarti yang 5 ini yang ngisi honorer, itu rata-rata. Satu kecamatan 25 SD kalau kecamatan saya, plus MI (madrasah ibtidaiyah) berarti ada 20-30an. Rata-rata guru PNS cuma 2-3," tutupnya. (zlf/zlf)