"Selain untuk meningkatkan Kerjasama Selatan-Selatan, kedua negara - sebagai negara dengan populasi terbanyak keempat dan kelima di dunia-berbagi sumber dayanya masing-masing ke dalam suatu hubungan dagang yang kuat, khususnya di bidang pertanian. Tentunya, kedua negara menjadi pemain utama dalam pasar global, karena menjadi produsen terbesar di dunia untuk beberapa komoditas seperti kelapa sawit dan kacang kedelai," ujar Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani dalam keterangannya, Rabu (2/4/2018).
Acara yang berlangsung di Hotel Mandarin, Jakarta ini dihadiri oleh Duta Besar Brasil untuk Indonesia Rubem Antonio Correa Barbosa, dan Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Brasil adalah mitra dagang utama Indonesia di kawasan Amerika Selatan dan memiliki sejumlah kesamaan yang bearti kedua negara memiliki kesempatan untuk saling belajar dan bertukar pikiran satu sama lain, termasuk dalam hal pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lahan, mekanisasi pertanian, dan peningkatan produktivitas. Komite yang baru saja diresmikan ini akan berupaya membangun kerja sama yang telah terjalin untuk meningkatkan hubungan antar kedua negara," kata Shinta W. Kamdani.
Sementara itu Anderson Tanoto yang ditunjuk sebagai Ketua Komite Brasil mengatakan tujuan utama dibentuknya komite ini dan juga program-program lainnya adalah untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara dan untuk meningkatkan volume perdagangan.
"Secara khusus, kami ingin membantu perusahaan dan kantor-kantor pemerintahan, baik Indonesia dan Brasil, menjadi dekat sehingga dapat memperbesar hubungan perdagangan antara Brasil dan Indonesia, dan untuk mendorong terciptanya kemitraan dan kerja sama di antara perusahaan-perusahaan dari kedua negara," ungkapnya.
Komite ini diharapkan untuk berkontribusi pada meningkatkan misi-misi perdagangan, serta kunjungan delegasi politik serta mampu bertindak sebagai forum yang memfasilitasi penandatanganan perjanjian diantara pelaku usaha dari kedua nagara. (ega/hns)











































