Ubah Paradigma RI Kaya Minyak!

Ubah Paradigma RI Kaya Minyak!

- detikFinance
Senin, 11 Jul 2005 11:48 WIB
Jakarta - Mulai hari ini, ubah paradigma bahwa Indonesia adalah negara kaya minyak! Mau tahu berapa cadangan minyak Indonesia? Cuma 0,8 persen dari seluruh cadangan dunia!Untuk itu semua kalangan diminta mulai mengubah paradigma Indonesia adalah negara yang kaya minyak. Karena sebenarnya, jumlah cadangan minyak dan gas di Indonesia sangatlah minim dibandingkan cadangan minyak dunia."Ubah paradigma. Kita bukan negara kaya minyak," tegas Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam diskusi bertajuk "Subsidi BBM Membengkak?" di Financial Club, Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (11/7/2005).Haryono mengungkapkan, cadangan minyak Indonesia saat ini hanyalah 0,8 persen dari seluruh cadangan minyak dunia. Sedangkan cadangan gas Indonesia hanya 1,14 persen dari cadangan gas dunia. "Memang sesuai UU, migas itu harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Tapi rakyat Indonesia kan tidak hanya hari ini saja, tapi ada anak cucu yang juga berhak menikmati," papar Haryono. Haryono juga menjelaskan, harga BBM di Indonesia saat ini masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. Ia mencontohkan Vietnam yang bukan negara penghasil migas, harga BBM-nya jauh lebih tinggi dari Indonesia.Misalnya saja saat harga bensin di Indonesia mencapai Rp 1.800 per liter, harga bensin di Vietnam sudah mencapai Rp 3.000 per liter. "Dan mereka tidak meributkan hal itu," tegas Haryono.Mengenai Inpres 10/2005 tentang penghematan energi, Haryono menjelaskan, sebenarnya pihak Departemen ESDM ingin memulainya dengan menggunakan transportasi menggunakan bahan bakar gas (BBG). Namun ternyata dalam implementasinya banyak sekali menghadapi kendala, seperti conversion kit yang mahal dan juga filling station yang terbatas.BPH Migas, lanjut Haryono, akan terus berupaya menggalakkan penggunaan gas bumi untuk kebutuhan sehari-hari. Cadangan minyak Indonesia saat ini diperkirakan hanya sekitar 9,7 miliar barel. Dan produksi minyak Indonesia mengalami penurunan terus-menerus dari 1,5 juta barel per hari (bph) pada tahun 1998 hingga menjadi sekitar 1 juta bph pada saat ini. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads