Follow detikFinance
Jumat, 04 Mei 2018 18:41 WIB

Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Mudik Tanggal 9 Juni 2018

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) memprediksi puncak arus mudik Lebaran terutama di jalur Jakarta Cikampek akan terjadi pada H- 6. Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Agus Setiawan menjelaskan tepatnya pada tanggal 9 Juni 2018 puncak arus mudik akan terjadi di beberapa ruas jalan, terutama di Jalur Jakarta Cikampek.

"Waktunya belum ditentukan. Tapi Jasa Marga memperkirakan di H-6 itu di hari sabtu tanggal 9 Juni jadi puncak arus mudik," kata dia kepada detikFinance, Jumat (4/5/2018).

Diprediksi jumlah kendaran yang akan masuk ke jalur Jakarta Cikampek yaitu sekitar 112.000 kendaraan per hari dari jumlah kendaraan yang masuk di hari normal yaitu sekitar 70.000-75. 000 kendaraan.

"Kalau di H-6 ini untuk kendaraan yang akan lewat itu yang akan lewat diprediksi akan ada 112.000 kendaraan, itu puncak kan. Ini kan volume nya berubah-ubah nih. Jadi pas puncaknya itu 112 000 ini dari lalu lintas normal ini cukup besar, kalau yang harian itu di kisaran 70.000- 75.000," kata dia.



Selain itu pihaknya juga sudah memprediksi volume arus balik yang akan terjadi di H+4 yaitu tanggal 20 Juni dengan total kendaraan yang akan mencapai 110.000 per hari.

"Arus baliknya 110.000 kendaraan diperkirakan di H+4 tepat sehari usai libur bersama tanggal 20 juni di hari Rabu," ujar dia.

Di sisi lain jalur Jakarta-Cikampek saat ini tengah sibuk dengan berbagai proyek konstruksi, seperti jalan tol II Jakarta Cikampek Elevated yang lokasi pengerjaannya berbarengan dengan proyek light rail transit (LRT) dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Setelah ada keputusan lebih lanjut mengenai keputusan hari libur Lebaran serta melihat traffic kendaraan, pihaknya akan segera berkoordinasi untuk menghentikan pengerjaan proyek demi kelancaran arus mudik.

"Jadi kita mengupayakan agar jalur lalu lintas nya dapat berjalan dengan baik karena kita berharap dari kementerian perhubungan ada jadwal untuk pembatasan kendaraan besar itu yang pertama. Karena kalau sudah ada pembatasan kendaraan besar, itu diharapkan arus lalu lintas tidak akan terhambat dengan jalur kendaraan besar yang biasanya tidak memenuhi kecepatan minimal kemudian karena saat ini Japek yang jadi jalur utama itu ada tiga projek itu," katanya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed