RI Masih Defisit BBM 300 Ribu Barel Per Hari
Senin, 11 Jul 2005 20:21 WIB
Jakarta - Kebutuhan BBM Indonesia sebesar 1,1 juta barel per hari. Sementara, kapasitas kilang minyak mentah Indonesia yang mampu memproduksi 1 juta barel hanya mampu memproduksi BBM sebesar 80 persennya saja, atau sekitar 800 ribu barel per hari. Akibatnya Indonesia masih memerlukan impor BBM sebesar 300 ribu barel per hari untuk menutupi defisit BBM itu.Makanya pemerintah saat ini melakukan upaya penghematan BBM. Saat ini, upaya penghematan BBM diutamakan untuk intansi pemerintah, BUMN, BUMD dan instusi negara lainnya. Namun upaya penghematan itu dirasakan belum cukup. "Itu hanya sebagian saja. Yang paling terutama adalah masyarakat luas," kata Dirjen Migas Departemen ESDM Iin Arifin Takhyan saat disikusi Fenomena Industri Migas oleh Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) di Club Rasuna, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (10/7/2005).Iin menjelaskan dengan harga minyak patokan dalam APBN yang sebesar US$ 45 per barel berarti beban subsidi BBM mencapai Rp 76,5 triliun. "Saat ini harga minyak mentah mencapai US$ 60 per barel, jadi akan lebih tinggo lagi subsidinya," kata Iin.Ketua LPKP Faisal Basir dalam diskusi itu melihat langkah penghematan BBM bagi intansi tidak akan berari apa-apa jika tidak sanksi terhadap lembaga yang melanggarnya. "Tapi saya melihat langkah penghematan BBM lebih dari mencari popularitas. Langkah ini tidak tegas, arahnya kemana? Apakah arahnya ke pribadi atau institusi," ujar Faisal.Faisal menilai, langkah itu juga dilihat sebagai langkah darurat dan hanya berlaku jangka pendek. Bukan tidak mungkin masalah ini akan terulang kembali.
(mar/)











































