Kebutuhan Batu Bara RI Melonjak 5 Kali Lipat Tahun 2025

Kebutuhan Batu Bara RI Melonjak 5 Kali Lipat Tahun 2025

- detikFinance
Selasa, 12 Jul 2005 12:21 WIB
Jakarta - Kebutuhan batu bara Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan melonjak hingga 194 juta ton. Peningkatan kebutuhan dipicu kebijakan pemerintah soal energi primer yang mengurangi penggunaan BBM sebagai sumber energi. Angka pada tahun 2025 tersebut berarti meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan kebutuhan pada tahun 2004 yang mencapai 36,2 juta ton. Dalam kebijakan pemerintah mengenai energi primer, penggunaan batu bara akan ditingkatkan menjadi 32,7 persen. Selama ini, dari seluruh produksi batu bara nasional, sebanyak 65 hingga 70 persennya diekspor. Sementara sisanya untuk kebutuhan domestik. Hal tersebut disampaikan Ketua Indonesian Coal Mining Association (ICMA) Jeffrey Mulyono usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan China National Coal Association (CNCA) di Gedung Geologi, Jalan Supomo, Jakarta, Selasa (12/7/2005).Jeffrey menjelaskan, total produksi batu bara Indonesia pada tahun 2004 mencapai 131,53 juta ton dengan pertumbuhan per tahunnya sebanyak 14,1 juta ton per tahun. Kebutuhan domestik, total mencapai 36,2 juta ton dengan pertumbuhan per tahun sebanyak 3,4 juta ton per tahun. Sementara ekspor batu bara nasional pada tahun 2004 mencapai 92,8 juta ton dengan pertumbuhan per tahun 8,6 juta ton per tahun. Angka tersebut berarti meningkat dibandingkan produksi pada tahun 2002 yang mencapai 102,6 juta ton, sementara tahun 2000 sebesar 75,08 juta ton.Potensi batu bara Indonesia, kata Jeffrey, masih sangat besar, yakni sebesar 57,8 miliar ton. Sedangkan cadangan batu bara Indonesia mencapai 19,4 miliar ton. Investasi CinaKetua CNCA Pu Hongjiu mengatakan, kunjungan CNCA ke Indonesia bertujuan untuk mempererat hubungan antara dua negara sebagai produsen batu bara. Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk saling tukar informasi dan teknisi serta teknologi. Sementara MoU kedua asosiasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi batu bara masing-masing negara dan melakukan standarisasi harga-harga agar harga batu bara tidak kacau. Pu menambahkan, Cina sangat berminat untuk investasi di sektor batu bara Indonesia. Namun menurut Pu, saat ini Cina sedang menjajaki dan mencari tahu syarat-syarat untuk dapat berinvestasi di Indonesia. CNCA juga berniat mengundang ICMA untuk saling tukar informasi tentang cara-cara berinvestasi, dan selanjutnya berbicara soal investasi. Kebutuhan batu bara Cina tahun 2004 mencapai 1,9 miliar ton. Tahun 2020, kebutuhan diperkirakan mencapai 2,5 miliar ton. Ekspor batu bara Cina sebanyak 85 juta ton, dengan produksi 1,95 miliar ton batu bara. Estimasi produksi pada 2005 mencapai 2 miliar ton. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads