Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 12 Mei 2018 18:45 WIB

Begini Cara Jaring Pengusaha Muda dari Pesantren

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Pasuruan - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyebut program pesantrenpreneur yang sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 10 pesentren se-Jawa Timur dapat menciptakan pengusaha-pengusaha muda.

Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan pesantrenpreneur menjadi salah satu upaya melibatkan sekolah agama dalam perekonomian nasional.

"Jujur saya mengatakan, ini atas arahan presiden dalam mendorong jumlah pengusaha baru. Bagaimana menggairahkan pengusaha," kata Bahlil di acara peluncuran Umat Mart di pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (12/5/2018).

Bahlil menuturkan program pesantrenpreneur ini selain memberikan pelatihan usaha kepada para santri, juga membangun ritel modern yang dinamakan umat mart (Ummart). Di toko tersebut, kata dia juga menjual produk-produk UKM dan para santri.

Sementara itu, Ketua Hipmi Jawa Timur Mufti Anam mengatakan program pesantren preneur dan pendirian Ummart akan dilakukan diseluruh pesantren di Indonesia yang jumlahnya 30.000.

Untuk saat ini, peresmian program Hipmi goes to pesantren baru dilakukan di 10 pesantren yang berada di Jawa Timur. Total pesantren di Indonesia sekitar 30.000 dengan 5 juta santri dan 10 juta umat.

"Oleh karenanya ke depan, Hipmi terus berikhtiar agar pesantren dapat menjadi bagian menggerakan ekonomi masyarakat, bukan hanya di desa-desa tapi diseluruh Indonesia pada umumnya," kata Mifta.

Dalam program pesantrenpreneur, Mifta menjelaskan Hipmi akan memberikan pelatihan, mentoring kepada santri selama tiga bulan untuk menebarkan semangat kewirausahaan.

"Kemudian 1 bulan berikutnya kami akan mengajak santri terpilih, yaitu 100 santri untuk membuat bisnis plan, kemudian akan kami pilih r terbaik untuk kami berikan modal, agar rancangannya bisa diaplikasikan sehari-hari," jelas dia.

Selanjutnya, Hipmi juga membangun Ummart yang menjadi ritel modern dan dianggap mampu bersaing dengan ritel modern yang lainnya.

"Kenapa kami membuat Ummart. Di pesantren selama ini sudah ada toko-toko, sudah ada warung, koperasi, tapi selama ini koperasi, warung yang ada di pesantren tidak mampu berkompetisi dengan ritel modern yang ada," ungkap dia.

Dengan program Hipmi goes to pesantren, Mifta berharap program tersebut menjadi modal bagi para santri untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang.

"Agar kemudian santri ini ketika pulang ke daerahnya tidak hanya menjadi seorang ustad, menjadi seorang kiai, tapi mereka bisa menjadi ustadzpreneur, bisa menjadi kiaipreneur, menjadi seorang pengusaha dan menggerakkan perekonomian di daerah masing-masing," tutup dia. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com