Follow detikFinance
Senin, 14 Mei 2018 13:05 WIB

Bicara Soal Stok Pangan, Buwas: Data Kita Abu-abu

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Kiagoos Aliansyah/Infografis Foto: Kiagoos Aliansyah/Infografis
Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) kesulitan untuk menyebutkan secara spesifik berapa stok pangan dan potensi stok beras dari hitungan luas lahan tani di Indonesia. Buwas mengatakan data stok pangan di Indonesia masih abu- abu.

"Data kita kan abu-abu, nggak ada yang pasti karena produksi kita dalam negeri belum terpetakan dengan baik. Lahan kita belum terpetakan dengan baik dengan frekuensi hasil termasuk kualitas kadang kita impor-impor. Musim paceklik di mana panen sudah bisa ditentukan, dan juga kita belum terpantau kemana barang itu kemana (dijual) pangan kita ini masih dikuasai pasar bebas," papar dia, Senin (14/5/2018).


Ia mengatakan, selain data mengenai stok masuk, potensi produksi hingga lahan tapi masih belum terdata secara sepesifik ada juga masalah lain yang membuat harga pangan di dalam negeri masih fluktuatif.

Masalah lainnya yaitu, skema produksi hingga distribusi ini masih dipermainkan oleh pasar bebas atau pelaku-pelaku dan segelintir orang yang bisa mengendalikan harga pasar. Hal ini yang perlu tanggapi segera yaitu dengan pengelolaan secara keseluruhan oleh negara dalam hal ini Bulog.

"Sekarang pasar kita dikuasai pasar bebas. Sekarang saya fokus terhadap itu, karena dengan sistem yang terbangun itu Bulog itu utamanya beras Indonesia. Jadi semua membutuhkan beras ketersediaan beras ini harus terjamin," kata dia.


Meski untuk menstabilkan harga hingga stok masih mengandalkan impor, Buwas menjelaskan target ke depan Bulog harus membantu menyerap gabah sebanyak banyaknya dari petani dan membantu menstabilkan stok dan membuat harga beras stabil. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed