Gubernur BI: Hemat Energi Bisa Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur BI: Hemat Energi Bisa Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

- detikFinance
Rabu, 13 Jul 2005 14:06 WIB
Jakarta - Kebijakan hemat energi bak pisau bermata dua. Jika tidak dilakukan penghematan, konsumsi akan melonjak yang bisa berdampak pada subsidi. Namun jika energi diirit-irit, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 6 persen bakal terganggu.Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah menjelaskan, kebijakan hemat energi diakui akan memperbaiki keseimbangan antara suplai dan demand. "Keseimbangannya akan diperbaiki sektiar 10 persen. Jadi akan mengurangi sekitar 10 persen. Tapi kita harus aware juga ada problem of succes," katanya.Burhanuddin menjelaskan, permasalahan yang bisa timbul antara lain terkait tingginya pertumbuhan sepeda motor akhir-akhir ini yang bisa menambah konsumsi BBM. Demikian pula aktivitas perekonomian yang terus tumbuh yang terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi semester I-2005 yang mencapai hampir 6 persen, membutuhkan energi ekstra. "Tanpa energi saya kira tidak akan mencapai itu (pertumbuhan 6 persen). Keseimbangan baru akan berhadapan dengan berbagai keperluan untuk mendorong perekonomian," kata Burhanuddin usai mengikuti Seminar Nasional bertajuk "Langkah-langkah strategis pemulihan ekonomi Indonesia" di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (13/7/2005).Namun Burhanuddin tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen akan tercapai. "Potensi yang Indonesia miliki pada tingkat pertumbuhan sedang kita laksanakan. Masih sangat mungkin untuk mencapai pertumbuhan enam persen," tegasnya. Burhanuddin menambahkan, sejumlah upaya bisa ditempuh pemerintah untuk mengurangai dampak penghematan energi, yakni antara lain kebijakan harga dan subsidi BBM. "Kita juga harus memikirkan prospek energi alternatif karena implikasi BBM terhadap perekonoian sangat besar," tegas Burhanuddin. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads