Follow detikFinance
Selasa, 15 Mei 2018 12:33 WIB

Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas APBN 2019 dan Rupiah

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan jajaran menteri Kabinet Kerja untuk melakukan rapat terbatas (ratas). Materi rapat kali ini tentang kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) 2019.

Dalam pembukaannya, Jokowi meminta kepada seluruh menteri untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,06% pada kuartal I-2018.

"Terus lebih kita tingkatkan lagi dengan menjaga daya beli, meningkatkan investasi dan meningkatkan daya saing ekspor kita," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Khusus ekspor, Jokowi juga meminta segala hambatan mulai dari perizinan, perbankan, pembiayaan, pajak, serta kepabeanan harus segera dihilangkan, baik di pusat maupun daerah.

"Jangan kita ragu mendesain insentif-insentif yang tepat segera lakukan sekarang dan kita harapkan manfaatnya akan segera kelihatan," kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan soal ketidakpastian global yang memberikan dampak terhadap ekonomi nasional. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah normalisasi moneter di Amerika Serikat (AS).

Jokowi menilai, kebijakan tersebut telah mengakibatkan depresiasi nilai tukar mata uang negara-negara di dunia termasuk Indonesia.

"Tapi alhamdulillah dibandingkan negara-negara yang lain kita masih jauh lebih baik dan faktor eksternal yang lain seperti harga minyak potensi barang dagang Amerika-Tiongkok serta kondisi geopolitik internasional juga terus harus Kita waspadai," tutur dia.

"Kita juga perlu menyiapkan mitigasi ketidakpastian global ini serta makan antisipasi pergerakan menuju keseimbangan baru-baru ekonomi global," sambung dia.

Selain itu, Jokowi juga meminta kepada seluruh pejabat kabinet kerja tetap fokus menjaga stabilitas keamanan sehingga kinerja untuk perbaikan kesejahteraan, penurunan kemiskinan, serta menciptakan lapangan kerja dapat terus diperbaiki dan dipercepat.

"Kita juga tetap fokus menjaga stabilitas keamanan sehingga suhu kerja untuk perbaikan kesejahteraan penurunan kemiskinan serta menciptakan lapangan pekerjaan terus dapat kita teruskan dan kita percepat kita perbaiki," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed