Begini Cara Kementan Dorong Investasi Pertanian

Begini Cara Kementan Dorong Investasi Pertanian

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Selasa, 15 Mei 2018 12:17 WIB
Begini Cara Kementan Dorong Investasi Pertanian
Foto: Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri (Dok. Kementan)
Bandar Lampung - Indonesia sebagai negara agraris memiliki lahan pertanian yang berpotensi mendatangkan investor ke dalam negeri. Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki cara untuk merealisasikannya.

"Kita melakukan deregulasi untuk menaikkan investasi dan sampai saat ini, investasi kita sampai dengan deregulasi dilakukan sudah meningkat 42,94%," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/5/2018).

Dia menjelaskan, Kementerian Pertanian telah menindaklanjuti Perpres No. 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Kementan telah mencabut Peraturan Menteri Pertanian dan Keputusan Menteri Pertanian di sektor pertanian (Permentan No. 10/Permentan/RC.200/3/2018) dengan rincian 241 Permentan/Kepmentan telah disesuaikan dengan perkembangan dan memberikan kemudahan dalam pelayanan serta 50 Permentan/Kepmentan dicabut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu ada beberapa kebijakan lainnya yang membuka ruang bagi investasi. "Kita sudah memangkas sekitar 140-an perizinan, dan itu bisa meningkatkan dunia usaha kita saat ini", papar Boga.

Hal itu diungkap Boga saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Barat Kadin Indonesia pada Senin (14/5/2018) di Lampung. Boga hadir mewakili Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Di kesempatan itu juga Boga mengungkapkan sektor pertanian seharusnya mampu meningkatkan iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi GDP 27,14%. Untuk itu, kedaulatan pangan pun bisa diwujudkan.

"Ada kontribusi sekitar 27,14% GDP yang berasal dari sektor pertanian. Untuk mewujudkan kedaulatan pangan, dilakukan beberapa upaya dalam aspek operasional yakni peningkatan ketahanan pangan, swasembada pangan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan petani ini kita lakukan beberapa tahap kegiatan," kata Boga.

Boga menambahkan, misalnya 2015-2018 fokus ketahanan (pangan) dan swasembada. Seterusnya pihaknya akan fokus pada kedaulatan pangan. Kemudian Kementan akan mengarah pada ekspor menuju peningkatan kesejahteraan petani dan sektor pertanian menjadi sektor yang memberikan devisa kepada negara.

Sebelumnya, Ketua Kadin Provinsi Lampung, Muhammad Kadafi menjelaskan di Sumatera memiliki beberapa komoditas potensial berupa kopi dan lada. Selain mengembangkan ekspor produk mentah, di Lampung juga akan membuat produk olahan.

"Bicara Sumatera tidak lepas dari posisi agraris di mana sektor-sektor wisata kita di pertanian baik itu kopi, lada, dan sebagainya. Ini menjadikan fokus Kadin, bagaimana sektor-sektor pertanian dapat dikembangkan bukan hanya mengekspor produk-produk mentah. Bagaimana Lampung siap menciptakan produk (olahan) menjadikan pertumbuhan ekonomi meningkat," ujar Kadafi. (nwy/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads