Follow detikFinance
Rabu, 16 Mei 2018 18:45 WIB

DPR: Mau Jadi Poros Maritim, RI Perlu Belajar dari Denmark

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Dok. DPR Foto: Dok. DPR
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, mengatakan hubungan Indonesia-Denmark yang harmonis, membuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Denmark telah terbangun dengan sangat baik. Dengan berbagai potensi yang ada, kedua negara bisa menjadi pemimpin ekonomi paling berpengaruh di masing-masing kawasan.

Hal ini diungkapkan Taufik saat memimpin delegasi DPR RI bertemu dengan Sekretaris Perdagangan Negara, Kementerian Luar Negeri Kerajaan Denmark (State Secretary for Trade, Ministry of Foreign Affairs Kingdom of Denmark), Susanne Hyldelund di Kopenhagen, Kerajaan Denmark.

"Hubungan kedua negara yang sangat harmonis dan memiliki kesamaan visi, membuat akselerasi ekonomi kedua negara sekaligus bisa menjadi pemimpin ekonomi paling berpengaruh di masing-masing kawasan, sangat dimungkinkan terwujud," kata Taufik, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/5/2018).

Taufik menjelaskan, Denmark merupakan mitra dagang penting Indonesia. Per Januari 2016, nilai perdagangan Denmark US$ 13,63 miliar dolar dengan tujuan ekspor utamanya ke Jerman (20%), Swedia, AS, Norwegia dan Inggris. Sementara, impor berasal dari Jerman, Swedia, China, Belanda, dan Inggris. Bilateral, surplus bagi RI sebesar US$ 16,94 juta atau melonjak 145%.


Pimpinan DPR Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan itu menambahkan, tren total nilai perdagangan RI dengan Denmark lima tahunan periode 2013-2018 mencapai US$ 360.451 ribu, yang terdiri US$ 360.441 dari non migas dan US$ 10,5 ribu dolar AS dari migas. Yang menggembirakan, surplus pedagangan bagi Indonesia, ekspor mencapai US$ 192.930 ribu dan impor US$ 167.521 ribu.

"Ekspor terbesar Indonesia ke Denmark, seperti alas kaki, sepeda, sawit, mamin, dan lainnya. Sementara, impor dari Denmark, yakni farmasi, susu, kasein, asparatus, dan enzim," kata Taufik.

Dalam pertemuan juga terungkap mengenai potensi maritim di antara kedua negara. Taufik memaparkan, Denmark dengan perusahaan peti kemas Maersk Line, bisa menjadi inspirasi Indonesia dalam meningkatkan potensi transportasi lautnya. Apalagi, Indonesia memiliki potensi besar dan menjadi poros maritim dunia, mengingat Indonesia berada di daerah equator, antara dua benua Asia dan Australia, antara dua samudera Pasifik dan Hindia, serta negara-negara Asia Tenggara.

"Maka dari itu, kerja sama kedua negara yang beberapa di antaranya memiliki kesamaan ini, penting kiranya untuk saling meningkatkan perdagangan, investasi, dan lainnya. Seperti diketahui, Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya mempercepat dan membangun insfrastruktur," jelas Taufik.

Sementara itu, terkait peranan industri pariwisata, kunjungan turis kedua negara didorong untuk terus meningkat. Apalagi, kini pemerintah Indonesia sedang berupaya mengajukan pembebasan visa Schngen. Lonjakan turis Denmark ke Indonesia sangat signifikan setiap tahun, data terbaru sekitar 36 ribu turis Denmark telah datang ke Indonesia. Sama halnya, potensi kunjungan turis Indonesia ke Denmark masih sangat besar, karena besarnya populasi penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 250 juta orang.


Politisi Partai Amanat Nasional itu berharap, pertemuan ini dapat mendorong peningkatan dan pengembangan kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

"Pengalaman pembangunan ekonomi Denmark, sepatutnya bisa dikembangkan dan patut dijadikan inspirasi bagi Indonesia untuk lebih proaktif dan progresif ke depannya. Kami berharap pertemuan hari ini dapat mendorong peningkatan dan pengembangan kerja sama di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, pendidikan, perdagangan, infrastruktur, (idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed