Follow detikFinance
Kamis, 17 Mei 2018 11:54 WIB

Ada Film Infinity War, Gimana Dampaknya ke Bisnis Batu Akik?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Sosok penjahat super dari luar angkasa yaitu Thanos dari film Avenger Infinity War, tengah menarik perhatian. Batu-batu berkekuatan super bernama infinity stone yang dikumpulkan Thanos jadi perbincangan karena tampak mirip batu cincin yang beberapa tahun lalu sempat booming di Indonesia.

Setelah ramainya film ini, apakah bisnis penjualan batu cincin di Indonesia mulai menggeliat lagi?

Ada Film Infinity War, Gimana Dampaknya ke Bisnis Batu Akik?Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Salah satu pedagang batu di Pasar Rawabening Jatinegara, Wiki menjelaskan, belum ada peningkatan penjualan sejak awal tahun 2018. Saat ini penjualan batu cincinnya masih mengandalkan penjualan antar kolektor di dalam negeri.

"Biasa aja, sudah ada film itu juga nggak banyak peningkatan, dulu aja itu di tahun 2015 pernah dapat omzet 1 hari Rp 30 juta," kata dia kepada detikFinance, Rabu (16/5/2018).


Beberapa cincin yang ia jual diantaranya seperti batu Rubi yang ia jual sekitar Rp 1,2 juta, Batu Bacan Rp 150 ribu, Batu Akik sekitar Rp 100 ribu, Akik Baron Rp 200 ribu.

Sementara itu ada pula salah satu pedagang batu Cincin di Pasar Rawabening Jatinegara Faisal mengatakan dulu saat bisnis batu cincin booming ia pernah mendapat omzet satu hari Rp 120 juta dari penjualan batu cincin.

Ada Film Infinity War, Gimana Dampaknya ke Bisnis Batu Akik?Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Banyak di antara konsumennya merupakan pelanggan. Beberapa jenis batu favorit seperti Batu Jamrud, Safir, hingga Black Oval sempat banyak diburu oleh konsumen dalam dan luar negeri. Ia juga mengaku belum ada peningkatan penjualan setelah Batu Cincin Thanos marak diperbincangkan masyarakat di sosial media.

"Nggak ada peningkatan, masih gini-gini aja. Tapi kalau dulu bahkan pernah sehari dapat Rp 120 juta, tapi memang kan belanjanya juga lebih dari Rp 50 juta, konsumen dari Arab, China dulu ke Rawabening semua," kata dia.


Meski begitu batu yang dijual di pasar Rawasari kebanyakan didatangkan langsung oleh para supplier dari India, Thailand dan China. Para supllier datang langsung ke Pasar Rawabening untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri.

"Macam macam, ada safir, jamrud, rubi. mereka datang sendiri ke sini," ujar dia.

Ada Film Infinity War, Gimana Dampaknya ke Bisnis Batu Akik?Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Faisal yang saat ini masih tetap berjualan batu cincin mengaku pendapatannya jauh dibandingkan pendapatan penjualan tiga tahun lalu. Saat ini per harinya ia hanya mendapat omzet sekitar Rp 1 juta dari penjualan cincin yang dipesan oleh langganan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

"Kalau sekarang sehari paling 1 juta. Konsumennya dari Kalimantan, Aceh, Surabaya. Kalau luar negeri bahkan orang Arab China dan beberapa negara lain. Kalau sekarang agak jarang kalau ada langganan dateng, 2 bulan sekali," paar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed