Wapres Jusuf Kalla:
Hemat Energi Tak Ganggu Ekonomi
Kamis, 14 Jul 2005 11:27 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menepis pernyataan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang menyatakan, program hemat energi akan mengancam pertumbuhan ekonomi. "Sama sekali tidak, karena yang dikurangi itu kenyamanan," tegas Wapres. Kalla menyampaikan hal tersebut usai meresmikan pembukaan pertemuan ilmiah ke-15 Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (14/7/2005).Menurut Kalla, yang dikurangi adalah kenyamanan seperti perubahan dari kalangan yang biasanya memakai jas tidak lagi mengenakan. Demikian pula suhu AC diturunkan hingga 25 derajat Celcius, termasuk pengurangan pemakaian mobil pribadi dan juga jam tayang televisi yang dikurangi. Kalla menegaskan, hal-hal tersebut bisa mengurangi pemakaian BBM sehingga subsidi dapat dikurangi. Namun menurut Kalla, sektor riil tidak dikurangi pemakaian BBM-nya.Sementara Menkeu Jusuf Anwar mengakui, kebijakan hemat energi memang akan mengurangi pertumbuhan ekonomi, namun hanya pada jangka pendek. Di sisi lain, pemerintah akan diuntungkan secara fiskal dari kebijakan tersebut karena dapat menekan subsidi BBM. "Barangkali ada potensi begitu. Tapi nanti harus proven (terbukti) sejalan dengan waktu. Saat ini, hal itu yang harus dilakukan," kata Jusuf di Gedung Depkeu, Jakarta. Ditambahkan, jika penghematan energi bisa benar-benar mengerem konsumsi sebesar 10 persen, maka anggaran pemerintah akan terbantu.
(qom/)











































