Sociopreneur, Cara Munculkan Wirausaha Sosial dari 'Secangkir Kopi'

Tia Reisha - detikFinance
Jumat, 18 Mei 2018 15:23 WIB
Foto: Dok. Kapal Api
Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus memperkenalkan program dan gerakan wirausaha sosial (sociopreneurship). Hal ini bertujuan untuk mendukung para sociopreneur untuk berkembang menjadi solusi masalah sosial-ekonomi di Indonesia.

"Gelombang kebangkitan sociopreneurship menjadi tanda pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi salah satu solusi bagi persoalan sosial-ekonomi bangsa," ungkap Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam keterangannya, Kamis (17/5/2018).

Dia menambahkan, Indonesia adalah kekuatan ekonomi terbesar ke-8 di dunia dan menguasai lebih dari 50% angkatan kerja di ASEAN. Pertumbuhan ekonomi kreatif yang terus meningkat akan menjadikan ekonomi Indonesia menempati posisi ke-4 terbesar di dunia pada 2050.

Triawan menjelaskan, Indonesia memiliki ragam pelaku industri kreatif muda sebagai penggerak utama sociopreneurship. Selain itu, banyak sociopreneur muda Indonesia yang memiliki potensi dan pencapaian istimewa.

Namun kenyataannya, masih banyak yang belum tersorot dan diwadahi secara baik. Padahal selain menjanjikan, inovasi mereka juga bermanfaat bagi kehidupan sosial. Selain itu, inovasi mereka juga dapat berpengaruh dalam pengembangan profesi di masa kini maupun di masa mendatang.

"Sebagai agen perubahan, pemuda diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk membantu mengentaskan permasalahan sosial-ekonomi dengan pendekatan kreatif sociopreneur. Hal tersebut hanya dapat terwujud jika mereka tumbuh dalam ekosistem yang kondusif dan didukung oleh berbagai pihak secara lintas sektor," jelasnya.

Bekraf juga menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap inovasi yang diciptakan oleh para sociopreneur, baik produk maupun jasa. Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Ari Juliano Gema.

"Kekayaan intelektual yang dimiliki oleh para pelaku ekonomi kreatif merupakan aset yang perlu dilindungi. Ekonomi kreatif bertumpu pada kreativitas sumber daya manusia, untuk itu kami mengimbau para pelaku wirausaha sosial agar memahami jenis Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang tepat untuk melindungi produknya dan segera mendaftarkan HKI atas produknya agar produknya terlindungi dan mendapat manfaat ekonomi yang optimal dari komersialisasi HKI tersebut," ucap Ari.

Selain itu, untuk mendukung sociopreneurship, Bekraf menghadirkan program dan gerakan muda bertajuk Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu. Dalam program tersebut, para sociopreneur sebagai peserta ditantang untuk mengembangkan inovasi yang mereka ciptakan.

"Melalui program ini, anak muda Indonesia ditantang untuk menyampaikan gagasan penciptaan atau pengembangan usaha yang kreatif dengan dampak sosial. Tidak hanya dapat diterima oleh pasar, gagasan mereka juga harus terjamin keberlanjutannya," jelasnya.

Turut hadir juri-juri yang telah sukses menjadi sociopreneur. Salah satunya adalah Founder & Creative Thinker OMG, Yoris Sebastian. Pada acara tersebut, ia mengajak para pemuda untuk berpartisipasi dalam program ini.

Selain itu, Founder Burgreens, Helga Angelina, juga hadir sebagai salah satu mentor program. Ia menuturkan bahwa para peserta memiliki kesempatan besar untuk mengolah potensinya.

"Para peserta memiliki opsi yang begitu luas untuk mengolah potensi 15 sektor yang menjadi prioritas Bekraf, utamanya fashion, kriya dan kuliner, dengan syarat produk akhir atau jasa yang dihasilkan bukan berupa aplikasi atau platform digital," ujar Helga.

Lanjut Helga, melalui program tersebut peserta akan memperoleh manfaat mentoring seputar pengembangan ide, model bisnis, manajemen proyek, pembuatan prototype, kegiatan pemasaran, fasilitasi transaksi, serta pelibatan masyarakat.

Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu akan diisi dengan sejumlah kegiatan seperti temu mentor dan jejaring melalui Ruang Semangat di 6 kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Semarang.

Ada juga sesi berbagi inspirasi di kampus-kampus terpilih, workshop keterampilan oleh para mentor, kesempatan magang di institusi mentor, sesi pameran, demonstrasi, unjuk produk dan jasa kepada konsumen atau publik umum, dan program penggalangan dukungan publik atau kolaborator.

Sementara untuk kegiatan puncak program, akan ada konferensi sociopreneurship dan kesempatan berjejaring yang dipadu dengan hiburan. Di akhir periode program pada Februari 2019 mendatang, peserta dengan nilai kompetitif terbaik akan ditetapkan sebagai pemenang.

Untuk mengikuti program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, peserta dapat mendaftarkan diri baik secara individu atau kelompok dengan konsep usaha sosial yang diajukan. Selanjutnya, peserta akan mengikuti arahan, sekuel program, serta kegiatan yang telah ditetapkan dan didukung oleh para mentor terpilih.

Sementara itu, PT Santos Jaya Abadi, melalui salah satu merk-nya yaitu Kapal Api, mendukung dan bekerja sama dengan Bekraf. Bahkan berkolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, praktisi, dan pelaku wirausaha sosial. Hal itu merupakan komitmen bersama dalam mendukung percepatan pengembangan ekonomi kreatif. (idr/hns)