Follow detikFinance
Minggu, 20 Mei 2018 08:29 WIB

Dipasok dari Garut, Kebutuhan Cabai Jabodetabek Aman

Mustiana Lestari - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Kebutuhan cabai di bulan Ramadan diprediksi akan meningkat kian pesat. Melihat kebutuhan tersebut, Kementerian Pertanian, melalui Dirjen Hortikultura Suwandi mendatangi sentra cabai nasional di Desa Cisarua, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Dari kunjungan ini kita bisa melihat bahwa persediaan cabai sangat aman, baik cabai keriting maupun cabai rawit merah. Ini tentunya bisa menjamin ketersediaan dan pasokan untuk Jabodetabek," ungkap Suwandi dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/5/2018).

Suwandi mengungkapkan kebutuhan aneka cabai selama Mei hingga Juni 2018 ini di Jabodetabek mampu dipasok dari Garut.


Ini terlihat dari dua lokasi saja, yakni Banyuresmi dan Sampireng, luas panen aneka cabai bisa mencapai 500 Ha. Jika rata-rata produksi 10 ton per hektare saja maka luasan tersebut mampu menyumbang 5.000 ton cabai selama bulan Mei dan Juni.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga Gunasantika yang mendampinginya menambahkan produksi cabai rawit bulan Mei dan Juni adalah sebesar 2.607 ton dan 2.502 ton. Sementara untuk cabai besar masing masing 8.319 ton untuk Mei, serta 9.095 ton untuk Juni.

"Dengan kondisi seperti Ini, optimistis Garut bisa menjadi penyangga minimal 30 hingga 40 persen dari total kebutuhan Jabodetabek," tegas Beni.

Seorang petani cabai bernama Ujang bahkan memiliki lahan terbilang luas saat ini menanam cabai seluas 2 hektare dengan beberapa jenis cabai, termasuk cabai lokal yang dinamai penduduk setempat sebagai Cabai Inul.


Cabai Inul ini memiliki bentuk cenderung bulat pendek, meski lebih besar dan panjang dibandingkan cabai rawit biasa. Besarnya kira-kira seukuran jempol orang dewasa.

"Ini disebut Cabai Inul karena pedasnya menggigit seperti Inul penyanyi. Selain itu, cabai ini tahan sampai seminggu di dalam suhu ruangan, meski tanpa disimpan di lemari es. Rasa dan teksturnya tetap sama seperti baru habis dipetik. Di pasaran, harga Cabai Inul juga menggigit. Rata-rata lebih mahal Rp 2 ribu per kilogram dibandingkan cabai lainnya," terang Ujang.

Seperti umumnya petani cabai di Garut, Ujang melakukan sistem tanam tumpang sari di lahannya. Ia kerap memadukan cabai dengan tanaman horti lainnya, seperti kacang tanah, kacang panjang, tomat, kubis dan terong. (mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed